<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS DETERMINAN DISPARITAS PENDAPATAN DI PULAU&#13;
JAWA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nurul Faiza</mods:namePart><mods:namePart type="family">Umami</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Disparitas pendapatan merupakan salah satu permasalahan pembangunan &#13;
ekonomi yang masih menjadi perhatian di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di&#13;
Pulau Jawa yang dikenal sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional. Tingginya&#13;
aktivitas ekonomi di wilayah ini belum sepenuhnya mampu menciptakan&#13;
pemerataan kesejahteraan masyarakat, sehingga ketimpangan pendapatan&#13;
antarwilayah masih terjadi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi&#13;
yang tinggi tidak selalu diikuti oleh distribusi pendapatan yang merata. Perbedaan&#13;
kualitas sumber daya manusia, tingkat kepadatan penduduk, investasi, serta&#13;
kebijakan pengupahan antar provinsi diduga menjadi faktor yang memengaruhi&#13;
tingkat disparitas pendapatan di suatu wilayah. Oleh karena itu, penelitian ini&#13;
bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM),&#13;
kepadatan penduduk, modal dalam negeri, dan Upah Minimum Provinsi (UMP)&#13;
terhadap disparitas pendapatan di Pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan data&#13;
sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dengan cakupan enam&#13;
provinsi di Pulau Jawa selama periode tahun 2017 hingga 2023. Metode analisis&#13;
yang digunakan adalah regresi data panel dengan melalui beberapa tahap pengujian&#13;
pemilihan model. Berdasarkan hasil pengujian, model yang paling sesuai digunakan&#13;
dalam penelitian ini adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan&#13;
signifikan terhadap disparitas pendapatan di Pulau Jawa, yang berarti bahwa&#13;
peningkatan kualitas pembangunan manusia dapat membantu menurunkan tingkat&#13;
ketimpangan pendapatan. Kepadatan penduduk juga menunjukkan pengaruh&#13;
negatif dan signifikan terhadap disparitas pendapatan. Sementara itu, modal dalam&#13;
negeri berpengaruh positif terhadap disparitas pendapatan yang mengindikasikan&#13;
bahwa peningkatan investasi domestik cenderung terkonsentrasi pada wilayah&#13;
tertentu sehingga berpotensi memperlebar ketimpangan antarwilayah. Di sisi lain,&#13;
Upah Minimum Provinsi (UMP) menunjukkan pengaruh positif terhadap disparitas&#13;
pendapatan. Hal ini dapat terjadi karena penerapan upah minimum provinsi belum&#13;
merata di antara pekerja, terutama antara pekerja di sektor formal dan sektor&#13;
informal. Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas&#13;
sumber daya manusia, pemerataan investasi, serta kebijakan ekonomi yang lebih&#13;
inklusif guna mengurangi disparitas pendapatan antarwilayah.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">330 Ekonomi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-04-23</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>