@phdthesis{universitasamikomyogyakarta32712, month = {April}, year = {2026}, author = {Nurul Faiza Umami}, title = {ANALISIS DETERMINAN DISPARITAS PENDAPATAN DI PULAU JAWA}, school = {Universitas AMIKOM Yogyakarta}, keywords = {Disparitas Pendapatan, Indeks Pembangunan Manusia, Kepadatan Penduduk, Modal Dalam Negeri, Upah Minimum Provinsi.}, url = {https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32712/}, abstract = {Disparitas pendapatan merupakan salah satu permasalahan pembangunan ekonomi yang masih menjadi perhatian di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Pulau Jawa yang dikenal sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional. Tingginya aktivitas ekonomi di wilayah ini belum sepenuhnya mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan masyarakat, sehingga ketimpangan pendapatan antarwilayah masih terjadi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu diikuti oleh distribusi pendapatan yang merata. Perbedaan kualitas sumber daya manusia, tingkat kepadatan penduduk, investasi, serta kebijakan pengupahan antar provinsi diduga menjadi faktor yang memengaruhi tingkat disparitas pendapatan di suatu wilayah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kepadatan penduduk, modal dalam negeri, dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap disparitas pendapatan di Pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dengan cakupan enam provinsi di Pulau Jawa selama periode tahun 2017 hingga 2023. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan melalui beberapa tahap pengujian pemilihan model. Berdasarkan hasil pengujian, model yang paling sesuai digunakan dalam penelitian ini adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap disparitas pendapatan di Pulau Jawa, yang berarti bahwa peningkatan kualitas pembangunan manusia dapat membantu menurunkan tingkat ketimpangan pendapatan. Kepadatan penduduk juga menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan terhadap disparitas pendapatan. Sementara itu, modal dalam negeri berpengaruh positif terhadap disparitas pendapatan yang mengindikasikan bahwa peningkatan investasi domestik cenderung terkonsentrasi pada wilayah tertentu sehingga berpotensi memperlebar ketimpangan antarwilayah. Di sisi lain, Upah Minimum Provinsi (UMP) menunjukkan pengaruh positif terhadap disparitas pendapatan. Hal ini dapat terjadi karena penerapan upah minimum provinsi belum merata di antara pekerja, terutama antara pekerja di sektor formal dan sektor informal. Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan investasi, serta kebijakan ekonomi yang lebih inklusif guna mengurangi disparitas pendapatan antarwilayah.} }