<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGARUH AKTIVITAS EKONOMI DAN ENERGI&#13;
TERHADAP DEGRADASI LINGKUNGAN DI INDONESIA&#13;
DALAM RANGKA PENCAPAIAN SDGs</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sofy</mods:namePart><mods:namePart type="family">Larasati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Degradasi lingkungan menjadi isu global yang krusial, terutama terkait&#13;
pembangunan berkelanjutan, akibat eksploitasi sumber daya alam yang tidak&#13;
terkendali. Emisi karbon dioksida (CO₂) menjadi indikator utama degradasi&#13;
lingkungan, yang meningkat akibat aktivitas ekonomi dan konsumsi energi yang&#13;
tidak ramah lingkungan. Di Indonesia, tren emisi CO₂ cenderung meningkat&#13;
dibandingkan negara-negara ASEAN, menunjukkan dominannya penggunaan&#13;
energi fosil dan intensitas aktivitas ekonomi yang belum mempertimbangkan&#13;
keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsumsi energi&#13;
fosil (KEF), jumlah wisatawan asing (JWA), penanaman modal asing (PMA), dan&#13;
impor bahan bakar minyak (BBM) terhadap emisi CO₂ di Indonesia. Penelitian ini&#13;
menggunakan data time series selama 1990–2024 diperoleh dari Our World in&#13;
Data, Badan Pusat Statistik, dan World Bank. Analisis menggunakan model&#13;
Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk mengidentifikasi pengaruh jangka&#13;
pendek dan jangka panjang. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi energi fosil&#13;
berpengaruh positif dan signifikan baik jangka pendek maupun jangka panjang, &#13;
jumlah wisatawan asing tidak berpengaruh dalam jangka pendek, namun&#13;
berpengaruh positif dan signifikan dalam jangka panjang. Penanaman modal asing&#13;
menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan dalam jangka pendek, sedangkan&#13;
dalam jangka panjang berpengaruh positif dan signifikan. Impor BBM berpengaruh&#13;
positif signifikan dalam jangka pendek namun tidak signifikan dalam jangka&#13;
panjang. Secara simultan, seluruh variabel independent berpengaruh signifikan&#13;
dengan koefisien determinasi 90,37% menunjukkan model mampu menjelaskan&#13;
variasi emisi CO₂ secara baik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">657 Akuntansi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-04-22</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>