<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGARUH KEUANGAN DIGITAL TERHADAP PRODUK&#13;
DOMESTIK REGIONAL BRUTO &#13;
DI INDONESIA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dita Fernanda</mods:namePart><mods:namePart type="family">Putri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dengan populasi lebih dari 287 juta&#13;
jiwa memiliki potensi ekonomi yang besar. Produk Domestik Regional Bruto&#13;
(PDRB) menjadi indikator penting untuk menilai kontribusi daerah terhadap&#13;
pendapatan nasional. Periode 2020-2024 menunjukkan tren peningkatan&#13;
PDRB, mencerminkan pemulihan ekonomi pasca pandemi dan transformasi&#13;
struktural. Namun, distribusi PDRB antar provinsi masih tidak merata DKI&#13;
Jakarta mencatat PDRB tertinggi, sementara Maluku terendah. Ketimpangan ini&#13;
diduga dipengaruhi oleh perbedaan akses pembiayaan, pemanfaatan teknologi&#13;
digital, dan kapasitas penduduk bekerja. Penelitian ini menghadirkan kebaruan&#13;
dengan menggabungkan kredit bank umum dan fintech lending dalam satu&#13;
model untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap PDRB provinsi. Fokus&#13;
penelitian adalah empat variabel independen: adopsi teknologi, kredit&#13;
perbankan, fintech lending, dan jumlah penduduk yang bekerja, menggunakan&#13;
data cross-sectional 2024 dari Badan Pusat Statistik dan Otoritas Jasa&#13;
Keuangan. Analisis dilakukan melalui regresi linear berganda dengan&#13;
pendekatan Ordinary Least Squares (OLS). Sebelum estimasi, dilakukan uji&#13;
asumsi klasik meliputi normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan&#13;
autokorelasi untuk memastikan validitas hasil. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB,&#13;
menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas teknologi mendorong pertumbuhan&#13;
ekonomi daerah. Kredit bank umum juga memiliki pengaruh positif dan sangat&#13;
signifikan, menjadi variabel paling dominan dalam pembentukan PDRB.&#13;
Jumlah penduduk yang bekerja berpengaruh positif dan signifikan, menegaskan&#13;
peran penting penduduk bekerja. Sebaliknya, fintech lending memiliki&#13;
pengaruh negatif dan tidak signifikan, menunjukkan ekspansi pinjaman fintech&#13;
belum menciptakan nilai tambah yang terukur bagi PDRB. Secara simultan,&#13;
seluruh variabel independen berpengaruh signifikan, dan model mampu&#13;
menjelaskan variasi PDRB secara tinggi, menunjukkan validitas penelitian&#13;
yang baik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">330 Ekonomi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-04-22</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>