<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>IMPLEMENTASI PROCEDURAL MODELING DAN&#13;
ANALISIS PADA PEMBUATAN ENVIRONMENT DI&#13;
ANIMASI 3D KIRA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Feri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ferdynan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Perkembangan  teknologi  digital  di  era  modern  telah  mendorong&#13;
transformasi signifikan di bidang multimedia, khususnya dalam industri animasi.&#13;
Salah  satu  aspek  penting  dalam  produksi  animasi  3D  adalah  penciptaan&#13;
lingkungan  virtual  (lingkungan  3D),  yang  berfungsi  untuk  mendukung  narasi&#13;
visual dan meningkatkan kualitas pengalaman audiovisual. Namun, pemodelan&#13;
lingkungan secara manual seringkali membutuhkan waktu produksi yang lama,&#13;
kurang  konsisten,  dan  menuntut  tingkat  presisi  yang  tinggi.  Untuk  mengatasi&#13;
masalah ini, pemodelan prosedural muncul sebagai pendekatan komputasi yang&#13;
mampu  menghasilkan  objek  dan  lingkungan  3D  secara  otomatis  berdasarkan&#13;
serangkaian  aturan,  parameter,  dan  algoritma  spesifik.  Penelitian  ini  berfokus&#13;
pada  penerapan  pemodelan  prosedural  berbasis  sistem  partikel  dalam  proses&#13;
penataan  lingkungan  untuk  animasi  3D  berjudul  “KIRA,”  serta  perbandingan&#13;
antara  pemodelan  manual  dan  pemodelan  prosedural.  Hasil  penelitian&#13;
menunjukkan bahwa pemodelan prosedural mampu mengurangi waktu produksi&#13;
dari  30,06  menit  menjadi  15,60  menit,  meningkatkan  jumlah  objek  dari  270&#13;
menjadi  2.750  objek,  dan  menghasilkan  tingkat  pengacakan  distribusi  sebesar&#13;
29%,  yang  secara  signifikan  lebih  tinggi  daripada  metode  manual.  Studi  ini&#13;
menunjukkan  bahwa  pemodelan  prosedural  tidak  hanya  memberikan  efisiensi&#13;
waktu  tetapi  juga  meningkatkan  kualitas  visual  dan  konsistensi  lingkungan&#13;
sebesar 92%.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">696 Animasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-11-04</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>