%D 2026 %L universitasamikomyogyakarta32666 %X Tantangan utama dalam produksi animasi digital adalah menciptakan 3D environment dengan realisme visual tinggi yang tetap lancar dalam manajemen data dan waktu pengerjaan. Masalah ini berdampak pada sulitnya membangun aset berskala luas seperti planet Mars yang memiliki detail permukaan kompleks, karena metode manual sering kali memicu beban kerja perangkat yang sangat berat. Penelitian ini bertujuan merancang lingkungan "Silent Mountain" guna menganalisis kontribusi teknik displacement mapping terhadap peningkatan realisme visual dan kedalaman geometris objek permukaan secara efektif. Metode yang digunakan berfokus pada integrasi height maps dan teknik displacement di dalam software Blender. Langkah penyelesaian masalah dimulai dari pengolahan data height map 32-bit untuk elevasi tebing yang akurat, penerapan adaptive subdivision untuk detail permukaan dinamis, hingga tahap compositing berbasis Z-depth untuk menciptakan kabut atmosferik. Proses ini mencakup penyelarasan aspek geometri, material, dan sinematografi agar lingkungan tetap ringan secara teknis namun memiliki skala visual yang masif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik displacement terbukti jauh lebih praktis dibandingkan pemodelan manual dan mampu menghasilkan tingkat realisme yang akurat. Berdasarkan pengujian kelayakan, Uji Evaluasi Ahli memberikan indeks persentase sebesar 82% yang masuk dalam kategori "Sangat Baik". Penelitian ini memberikan kontribusi nyata sebagai referensi alur kerja bagi 3D artist dan mahasiswa dalam merancang simulasi lingkungan planet. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi variasi material prosedural dan penajaman detail tekstur pada relief permukaan. %T PERANCANGAN TERRAIN MODELING ENVIRONMENT MENGGUNAKAN HEIGHT MAPS DAN DISPLACEMENT DALAM SCENE 3D SILENT MOUNTAIN %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %K Terrain Modeling, Height Maps, Displacement, Blender, 3D Environment. %A Michael Hizkia Nainggolan