<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PERANCANGAN 3D ENVIRONMENT GURUN DAN RUMAH &#13;
SAKIT DALAM FILM PENDEK THE LAST SIMULATION</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Luthfiandi S.</mods:namePart><mods:namePart type="family">Bahar</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penyampaian cerita dalam film &#13;
animasi tanpa dialog yang mengandalkan unsur visual sebagai media utama komunikasi.&#13;
Dalam film animasi non verbal, environment berperan penting sebagai penyampai&#13;
informasi naratif kepada penonton. Perancangan lingkungan yang kurang tepat dapat&#13;
membuat pesan cerita tidak tersampaikan secara jelas dan menurunkan pemahaman&#13;
penonton terhadap alur cerita. Penelitian ini bertujuan merancang 3D environment berupa&#13;
lingkungan gurun dan rumah sakit dalam film pendek animasi berjudul The Last&#13;
Simulation dengan pendekatan environmental storytelling. Metode yang digunakan&#13;
adalah metode perancangan produksi animasi yang terdiri dari tahap pra produksi,&#13;
produksi, dan pasca produksi. Tahap pra produksi mencakup perancangan konsep visual&#13;
dan pengumpulan referensi lingkungan. Tahap produksi meliputi proses modelling, UV&#13;
mapping, texturing, lighting, dan rendering menggunakan perangkat lunak Blender dan&#13;
Substance Painter. Tahap pasca produksi berfokus pada penyusunan hasil visual menjadi&#13;
bagian dari film animasi. Hasil perancangan kemudian dievaluasi menggunakan&#13;
kuesioner skala Likert yang diberikan kepada tiga responden ahli di bidang animasi dan&#13;
desain visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip environmental&#13;
storytelling pada perancangan 3D environment mampu mendukung penyampaian narasi&#13;
visual dalam film pendek The Last Simulation. Berdasarkan hasil evaluasi, perancangan&#13;
environment memperoleh nilai rata rata sebesar 64,17 persen yang termasuk dalam&#13;
kategori baik. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan perancangan&#13;
environment 3D sebagai media penyampaian cerita dalam film animasi non verbal dan&#13;
dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, animator, dan pembuat film animasi dalam&#13;
merancang lingkungan yang mendukung penyampaian cerita secara visual.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">006 Metode komputer khusus</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-26</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>