<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>{JALUR NON REGULER - PROFESIONAL} PERANCANGAN SEKOLAH ALAM DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR&#13;
HIJAU SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN DAN REKREASI</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Tarafika Anggrainy Putri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Kabalmay</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kebutuhan akan lingkungan belajar yang mampu menghubungkan proses pendidikan&#13;
dengan pengalaman nyata menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan fasilitas&#13;
pendidikan saat ini. Sistem pembelajaran yang terlalu berpusat pada ruang kelas cenderung&#13;
membatasi kesempatan peserta didik untuk memahami lingkungan secara langsung. Oleh&#13;
karena itu, perancangan Sekolah Alam untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP)&#13;
dilakukan sebagai upaya menghadirkan sarana pendidikan yang mendorong keterlibatan&#13;
aktif siswa melalui kegiatan belajar berbasis alam sekaligus menanamkan kesadaran&#13;
terhadap keberlanjutan lingkungan.&#13;
Perancangan berlokasi di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Glondong, Purwobinangun,&#13;
Pakem, Sleman, Yogyakarta. Karakter kawasan yang masih didominasi unsur alami&#13;
memberikan potensi untuk mengembangkan lingkungan belajar yang terintegrasi dengan&#13;
kondisi tapak. Pendekatan arsitektur hijau dipilih sebagai landasan perancangan guna&#13;
menciptakan bangunan yang responsif terhadap iklim, efisien dalam pemanfaatan sumber&#13;
daya, serta mampu menjaga kualitas lingkungan. Penerapannya meliputi penggunaan&#13;
pencahayaan dan penghawaan alami, pengelolaan air dan energi secara berkelanjutan,&#13;
pemanfaatan material yang mempertimbangkan dampak lingkungan, serta pengintegrasian&#13;
elemen vegetasi ke dalam sistem ruang.&#13;
Konsep ruang dikembangkan berdasarkan kebutuhan pembelajaran yang bersifat eksploratif&#13;
dan partisipatif. Selain ruang kelas, fasilitas pendukung seperti area berkebun, studio&#13;
kegiatan kreatif, ruang praktik, dan zona rekreasi edukatif dirancang untuk mendukung&#13;
aktivitas belajar berbasis pengalaman. Pengaturan ruang yang fleksibel memungkinkan&#13;
berbagai kegiatan, mulai dari pengamatan lingkungan, konservasi sumber daya alam,&#13;
hingga pengolahan hasil budidaya, sehingga proses belajar tidak terbatas pada aktivitas di&#13;
dalam bangunan.&#13;
Melalui pendekatan tersebut, rancangan Sekolah Alam diharapkan mampu menjadi wadah&#13;
pendidikan yang mendukung perkembangan akademik, sosial, dan karakter peserta didik&#13;
secara seimbang. Selain menyediakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman,&#13;
rancangan ini juga diharapkan dapat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan serta&#13;
menjadi contoh penerapan prinsip keberlanjutan pada fasilitas pendidikan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">720 Arsitektur</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-25</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Sains &amp; Teknologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>