<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENILAIAN KUALITAS LINGKUNGAN HUNIAN&#13;
RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA &#13;
(RUSUNAWA) DI BARENG LOR,&#13;
KABUPATEN KLATEN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Maulina Syarifah</mods:namePart><mods:namePart type="family">Azzahra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pertumbuhan penduduk Indonesia pada pertengahan tahun 2023 menurut&#13;
Badan Pusat Statistik sebesar 278.696,2 juta jiwa sedangkan di Kabupaten Klaten&#13;
pada tahun 2022 menurut Badan Pusat Statistik sebesar 1.275.850 jiwa, hal ini&#13;
menunjukkan adanya fenomena pertumbuhan penduduk, sehingga menyebabkan&#13;
meningkatnya kebutuhan hunian, terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan&#13;
Rendah (MBR) yang sering menghadapi kesulitan dalam memperoleh rumah layak&#13;
sehingga berpotensi tinggal di kawasan kumuh. Pemerintah Kabupaten Klaten&#13;
membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Barenglor, Kabupaten&#13;
Klaten sebagai upaya untuk penyediaan hunian terjangkau sekaligus mengurangi&#13;
permukiman kumuh. Namun, berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan&#13;
pengelola menunjukkan adanya berbagai permasalahan, seperti sarana, prasarana,&#13;
dan utilitas yang kurang optimal, lingkungan yang mulai kumuh, polusi aroma, dan&#13;
tingkat keterisian hunian relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai&#13;
kualitas lingkungan hunian Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Bareng&#13;
Lor, Kabupaten Klaten setelah beroperasi 10 tahun.  &#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan menggunakan&#13;
metode kuantitatif dan data dianalisis menggunakan skoring. Penelitian ini&#13;
dilakukan berdasarkan empat indikator yaitu sarana, prasarana dan utilitas, fisik&#13;
atau lingkungan, dan ruang hunian. Pengumpulan data diperoleh dari observasi,&#13;
wawancara, kuesioner, studi literatur, dan dokumen dari instansi terkait. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas lingkungan hunian Rusunawa&#13;
di Bareng Lor, Kabupaten Klaten setelah beroperasi 10 tahun berada pada kategori&#13;
baik. Indikator ruang hunian memiliki nilai indeks tertinggi (95,20%), diikuti&#13;
prasarana dan utilitas (83,03%), serta sarana (80,16%). Sementara itu, indikator&#13;
fisik atau lingkungan memperoleh nilai indeks terendah (78,10%). Secara&#13;
keseluruhan, kualitas lingkungan hunian masih cukup optimal.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">711 Perencanaan wilayah</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-20</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Sains &amp; Teknologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>