@phdthesis{universitasamikomyogyakarta32649, school = {Universitas AMIKOM Yogyakarta}, title = {PENILAIAN KUALITAS LINGKUNGAN HUNIAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA (RUSUNAWA) DI BARENG LOR, KABUPATEN KLATEN}, year = {2026}, month = {January}, author = {Maulina Syarifah Azzahra}, keywords = {Kualitas Lingkungan Hunian, Rusunawa, Sarana dan Prasarana, Skoring, Bareng Lor, Residential Environmental Quality, Low-cost Rental Apartment, Facilities and Infrastructure, Scoring, Bareng Lor.}, abstract = {Pertumbuhan penduduk Indonesia pada pertengahan tahun 2023 menurut Badan Pusat Statistik sebesar 278.696,2 juta jiwa sedangkan di Kabupaten Klaten pada tahun 2022 menurut Badan Pusat Statistik sebesar 1.275.850 jiwa, hal ini menunjukkan adanya fenomena pertumbuhan penduduk, sehingga menyebabkan meningkatnya kebutuhan hunian, terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang sering menghadapi kesulitan dalam memperoleh rumah layak sehingga berpotensi tinggal di kawasan kumuh. Pemerintah Kabupaten Klaten membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Barenglor, Kabupaten Klaten sebagai upaya untuk penyediaan hunian terjangkau sekaligus mengurangi permukiman kumuh. Namun, berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pengelola menunjukkan adanya berbagai permasalahan, seperti sarana, prasarana, dan utilitas yang kurang optimal, lingkungan yang mulai kumuh, polusi aroma, dan tingkat keterisian hunian relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas lingkungan hunian Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Bareng Lor, Kabupaten Klaten setelah beroperasi 10 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan menggunakan metode kuantitatif dan data dianalisis menggunakan skoring. Penelitian ini dilakukan berdasarkan empat indikator yaitu sarana, prasarana dan utilitas, fisik atau lingkungan, dan ruang hunian. Pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara, kuesioner, studi literatur, dan dokumen dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas lingkungan hunian Rusunawa di Bareng Lor, Kabupaten Klaten setelah beroperasi 10 tahun berada pada kategori baik. Indikator ruang hunian memiliki nilai indeks tertinggi (95,20\%), diikuti prasarana dan utilitas (83,03\%), serta sarana (80,16\%). Sementara itu, indikator fisik atau lingkungan memperoleh nilai indeks terendah (78,10\%). Secara keseluruhan, kualitas lingkungan hunian masih cukup optimal.}, url = {https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32649/} }