<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS PERBANDINGAN MANAJEMEN PRODUKSI&#13;
FILM LIVE ACTION ANTARA MENGGUNAKAN METODE&#13;
CPM (Critical Path Method) DENGAN PROSES PRODUKSI&#13;
KONVENSIONAL  &#13;
(Studi Kasus: Film Kinah dan Redjo)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Agung</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nugroho</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Produksi film “Kinah dan Redjo”, hasil kolaborasi antara Universitas Amikom dan &#13;
MSV Sinema, telah menjadi objek kajian dalam penelitian ini yang bertujuan untuk &#13;
menganalisis pendekatan manajemen proyek dari aspek waktu dan biaya. Durasi produksi &#13;
yang berkepanjangan teridentifikasi sebagai hambatan utama yang berdampak pada &#13;
efektivitas pelaksanaan serta peningkatan biaya. Penelitian ini membandingkan dua &#13;
pendekatan manajemen proyek, yaitu metode konvensional dan Critical Path Method &#13;
(CPM), dengan menggunakan perangkat lunak QM for Windows versi 5. &#13;
Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan konvensional menghasilkan total &#13;
durasi produksi selama 681 hari, terdiri dari 120 hari praproduksi, 18 hari produksi, dan 551 &#13;
hari pascaproduksi. Sebaliknya, penerapan metode CPM mampu mereduksi total durasi &#13;
menjadi 456 hari, dengan rincian 113 hari praproduksi, 152 hari produksi, dan 191 hari &#13;
pascaproduksi. Analisis perbandingan menunjukkan bahwa metode CPM tidak hanya &#13;
mempercepat waktu penyelesaian proyek, tetapi juga memberikan kontrol yang lebih baik &#13;
terhadap fluktuasi biaya pada setiap fase produksi. &#13;
Penelitian ini menekankan pentingnya optimalisasi biaya, standarisasi Work &#13;
Breakdown Structure (WBS), serta pengembangan model hibrida untuk meningkatkan &#13;
efisiensi dalam proyek produksi film yang bersifat dinamis. Temuan ini juga membuka &#13;
peluang bagi integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem perencanaan produksi &#13;
guna mendukung penjadwalan otomatis, alokasi sumber daya yang efisien, pengendalian &#13;
biaya, dan perancangan produksi secara menyeluruh.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">004 Pemrosesan data dan ilmu komputer</mods:classification><mods:classification authority="lcc">791 Pertunjukan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-10-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>