<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>BUSINESS PROCESS IMPROVEMENT UNTUK&#13;
MENINGKATKAN EFISIENSI WAKTU PROSES &#13;
PENGINGAT PINJAMAN PADA KOPERASI SIMPAN&#13;
PINJAM &#13;
(Studi Kasus: Koperasi Simpan Pinjam Agung Mandiri)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">David</mods:namePart><mods:namePart type="family">Diamanta</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Business Process Model and Notation (BPMN) memiliki peran penting&#13;
dalam memodelkan dan memperbaiki proses bisnis guna meningkatkan efisiensi&#13;
operasional organisasi. Pada Koperasi Simpan Pinjam Agung Mandiri, proses&#13;
pengingat pembayaran pinjaman masih dilakukan secara manual melalui pesan&#13;
WhatsApp dan panggilan telepon sehingga berpotensi menimbulkan pemborosan&#13;
aktivitas, risiko kesalahan, dan waktu proses yang relatif lama. Penelitian ini&#13;
bertujuan meningkatkan efisiensi waktu proses pengingat pembayaran pinjaman&#13;
menggunakan pendekatan Business Process Improvement (BPI) yang didukung&#13;
Lean Management dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode yang&#13;
digunakan meliputi pemodelan proses bisnis menggunakan BPMN, identifikasi&#13;
pemborosan melalui Lean Management dengan kerangka Define, Measure,&#13;
Analyze, Improve, and Control (DMAIC), analisis risiko menggunakan FMEA,&#13;
serta evaluasi proses bisnis menggunakan Bizagi Modeler. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan adanya pemborosan berupa inappropriate processing, unnecessary&#13;
movement, dan waiting. Analisis FMEA menunjukkan bahwa aktivitas pengiriman&#13;
pengingat melalui WhatsApp secara manual memiliki nilai Risk Priority Number&#13;
(RPN) tertinggi sehingga menjadi prioritas utama perbaikan. Usulan perbaikan&#13;
dilakukan melalui otomatisasi pengiriman pengingat dan penyederhanaan aktivitas&#13;
proses bisnis. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan efisiensi waktu sebesar&#13;
59,84% pada proses hari Jum’at dan 77,11% pada proses hari Senin. Selain itu,&#13;
perbandingan skenario menunjukkan bahwa pendekatan BPI yang dikombinasikan&#13;
dengan Lean Management dan FMEA menghasilkan analisis yang lebih sistematis&#13;
dan komprehentif dibandingkan pendekatan BPI saja melalui identifikasi&#13;
pemborosan dan penentuan prioritas perbaikan berdasarkan tingkat risiko.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">004 Pemrosesan data dan ilmu komputer</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-04-04</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>