<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KOMPARASI METODE OPTIMASI PADA ALGORITMA&#13;
GAUSSIAN PROCESS REGRESSION DALAM PREDIKSI&#13;
KUALITAS UDARA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">David Budi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hartanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kualitas udara merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga &#13;
kesehatan masyarakat dan lingkungan, sehingga diperlukan metode prediksi yang&#13;
akurat untuk mendukung pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengevaluasi performa algoritma Gaussian Process Regression (GPR) dalam&#13;
memprediksi kualitas udara dengan menerapkan optimasi hiperparameter&#13;
menggunakan Genetic Algorithm (GA) dan Grid Search. Dataset yang digunakan&#13;
terdiri dari beberapa parameter polutan udara, yang kemudian diproses melalui&#13;
tahapan praproses data dan pembagian data menjadi data training, validation, dan&#13;
test. Proses optimasi hiperparameter dilakukan dengan menyesuaikan parameter&#13;
kernel GPR, yaitu constant kernel, length-scale pada Radial Basis Function (RBF),&#13;
dan noise level pada WhiteKernel. Evaluasi performa model dilakukan&#13;
menggunakan metrik koefisien korelasi (R), Root Mean Squared Error (RMSE),&#13;
Mean Absolute Error (MAE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa baik Genetic Algorithm mampu menghasilkan&#13;
performa prediksi yang konsisten dan stabil, dengan nilai R sekitar 0,918 serta&#13;
RMSE, MAE, dan MAPE yang lebih baik di bandigkan algoritma yang lainnya.&#13;
Hasil proses optimasi mampu menghasilkan konfigurasi kernel yang lebih optimal&#13;
dan stabil secara sistematis. Dari sisi waktu komputasi, Grid Search menunjukkan&#13;
waktu eksekusi yang lebih lama dibandingkan Genetic Algorithm, sementara&#13;
Genetic Algorithm menawarkan fleksibilitas pencarian yang lebih adaptif terhadap&#13;
ruang solusi yang luas. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa&#13;
optimasi hiperparameter memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan&#13;
kualitas dan keandalan model GPR untuk prediksi kualitas udara.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-07</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;PJJ Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>