<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA &#13;
STEMMING NAZIEF-ADRIANI DAN IN-IDRIS DALAM&#13;
PENGOLAHAN TEKS BAHASA INDONESIA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muhammad</mods:namePart><mods:namePart type="family">Iqbal</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja algoritma stemming&#13;
Nazief-Adriani dan IN-Idris dalam pengolahan teks bahasa Indonesia, menganalisis&#13;
pola kesalahan yang meliputi over-stemming dan under-stemming, serta&#13;
mengusulkan perbaikan melalui pengembangan algoritma Hybrid Stemmer.&#13;
Variabel yang diukur mencakup akurasi stemming dan waktu pemrosesan.&#13;
Pengujian dilakukan pada tiga korpus teks formal berbahasa Indonesia, yaitu&#13;
Preservasi Bahasa (1.888 kata), Sejarah NLP (2.733 kata), dan UUD 1945 (2.320&#13;
kata).&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif&#13;
eksperimental dengan membandingkan hasil stemming terhadap kata dasar yang&#13;
telah dianotasi secara manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma INIdris&#13;
menghasilkan&#13;
akurasi&#13;
lebih&#13;
tinggi&#13;
(82,46%–86,86%)&#13;
dibandingkan&#13;
algoritma&#13;
&#13;
Nazief-Adriani&#13;
&#13;
(74,35%–82,17%). Namun, kedua algoritma masih memiliki&#13;
kelemahan dalam menangani kata berimbuhan kompleks, reduplikasi bermakna,&#13;
dan istilah majemuk.&#13;
Algoritma Hybrid Stemmer yang dikembangkan dengan menggabungkan&#13;
aturan dari kedua algoritma, serta penambahan exception list, normalisasi fonologi,&#13;
dan penghapusan afiks ganda, mampu mencapai akurasi tertinggi sebesar 93,85%&#13;
pada korpus Sejarah NLP, dengan peningkatan rata-rata lebih dari 10%&#13;
dibandingkan kedua algoritma dasar. Pendekatan hybrid terbukti lebih efektif&#13;
dalam pemrosesan teks formal berbahasa Indonesia, meskipun dengan konsekuensi &#13;
peningkatan waktu pemrosesan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji &#13;
algoritma pada teks informal, seperti media sosial, serta mengoptimalkan waktu&#13;
eksekusi menggunakan teknik parallel processing atau struktur data Trie agar lebih&#13;
efisien.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">004 Pemrosesan data dan ilmu komputer</mods:classification><mods:classification authority="lcc">400 Bahasa</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-08-07</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;PJJ Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>