%K bahaya longsor, Sistem Informasi Geografis, skoring, overlay, Kabupaten Bantul, landslide hazard, Geographic Information System, scoring, overlay, Bantul Regency. %T PEMODELAN BAHAYA LONGSOR DI KABUPATEN BANTUL %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %A Nur Hanifah %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi fisiografi Kabupaten Bantul yang bervariasi dari dataran rendah hingga perbukitan yang berpotensi mengalami tanah longsor. Penelitian ini bertujuan menghitung serta memetakan tingkat bahaya longsor melalui pemodelan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan parameter kemiringan lereng, jenis tanah, geologi, dan curah hujan. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data sekunder, klasifikasi parameter, skoring, pembobotan, serta analisis weighted overlay. Hasil penelitian menunjukkan wilayah Kabupaten Bantul terbagi menjadi empat kelas bahaya longsor. Kelas bahaya sedang mendominasi wilayah penelitian dengan luas 37.234,41 hektar atau 72,56% dari total luas wilayah. Kelas bahaya tinggi dan sangat tinggi terkonsentrasi pada kawasan perbukitan bagian timur yang memiliki lereng curam, kondisi geologi rentan pelapukan, tekstur tanah berliat, serta curah hujan relatif tinggi. Sebaliknya, wilayah dataran bagian tengah dan selatan umumnya termasuk kelas bahaya rendah hingga sedang karena morfologinya lebih landai. Dapat disimpulkan bahwa pemodelan spasial berbasis SIG dengan metode skoring dan weighted overlay mampu mengidentifikasi serta mengklasifikasikan tingkat bahaya longsor di Kabupaten Bantul. Informasi spasial yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam upaya mitigasi bencana, pengendalian pemanfaatan ruang, dan perencanaan pembangunan wilayah. %D 2026 %L universitasamikomyogyakarta32632