<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS PERUBAHAN SUHU PERMUKAAN DI PROVINSI&#13;
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2019–2025</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Irgi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Yasquri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Perubahan suhu permukaan lahan (Land Surface Temperature/LST) merupakan &#13;
salah satu indikator penting dalam mengidentifikasi dinamika lingkungan yang&#13;
dipengaruhi oleh faktor tutupan lahan, kualitas udara, dan kondisi topografi.&#13;
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami perkembangan wilayah yang&#13;
berpotensi memengaruhi perubahan suhu permukaan lahan. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk mengetahui tren perubahan LST, menganalisis pengaruh tutupan lahan,&#13;
kualitas udara, dan elevasi terhadap LST, serta menganalisis sumbangan efektif&#13;
masing-masing variabel terhadap LST di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta&#13;
tahun 2019–2025. Penelitian ini menggunakan data MODIS Aqua untuk LST,&#13;
Sentinel-2A untuk NDVI dan NDBI, Sentinel-5P untuk NO₂ dan SO₂, serta SRTM&#13;
untuk elevasi. Pengolahan data dilakukan menggunakan Google Earth Engine dan&#13;
ArcGIS 10.8, sedangkan analisis statistik menggunakan regresi linear. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa rata-rata LST di Provinsi Daerah Istimewa&#13;
Yogyakarta mengalami penurunan dari 32,47°C pada tahun 2019 menjadi 28,61°C&#13;
pada tahun 2025. Hasil regresi menunjukkan bahwa NDVI, NDBI, NO₂, SO₂, dan&#13;
elevasi berpengaruh terhadap LST dengan kemampuan model menjelaskan variasi&#13;
LST sebesar 47,8% pada tahun 2019 dan meningkat menjadi 77,7% pada tahun&#13;
2025. Hasil sumbangan efektif menunjukkan bahwa elevasi merupakan variabel&#13;
yang paling dominan memengaruhi LST dengan kontribusi sebesar 19,34% pada&#13;
tahun 2019 dan meningkat menjadi 39,56% pada tahun 2025, diikuti oleh NO₂ dan&#13;
NDBI. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor topografi, kualitas udara, dan&#13;
karakteristik tutupan lahan berperan penting dalam dinamika suhu permukaan&#13;
lahan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">910 Geografi dan perjalanan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Sains &amp; Teknologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>