@phdthesis{universitasamikomyogyakarta32630, month = {June}, author = {Irgi Yasquri}, year = {2026}, title = {ANALISIS PERUBAHAN SUHU PERMUKAAN DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2019?2025}, school = {Universitas AMIKOM Yogyakarta}, keywords = {Land Surface Temperature, penginderaan jauh, tutupan lahan, kualitas udara, elevasi, Daerah Istimewa Yogyakarta, remote sensing, land cover, air quality, elevation, Special Region of Yogyakarta.}, url = {https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32630/}, abstract = {Perubahan suhu permukaan lahan (Land Surface Temperature/LST) merupakan salah satu indikator penting dalam mengidentifikasi dinamika lingkungan yang dipengaruhi oleh faktor tutupan lahan, kualitas udara, dan kondisi topografi. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami perkembangan wilayah yang berpotensi memengaruhi perubahan suhu permukaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren perubahan LST, menganalisis pengaruh tutupan lahan, kualitas udara, dan elevasi terhadap LST, serta menganalisis sumbangan efektif masing-masing variabel terhadap LST di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2019?2025. Penelitian ini menggunakan data MODIS Aqua untuk LST, Sentinel-2A untuk NDVI dan NDBI, Sentinel-5P untuk NO{$_2$} dan SO{$_2$}, serta SRTM untuk elevasi. Pengolahan data dilakukan menggunakan Google Earth Engine dan ArcGIS 10.8, sedangkan analisis statistik menggunakan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata LST di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami penurunan dari 32,47?C pada tahun 2019 menjadi 28,61?C pada tahun 2025. Hasil regresi menunjukkan bahwa NDVI, NDBI, NO{$_2$}, SO{$_2$}, dan elevasi berpengaruh terhadap LST dengan kemampuan model menjelaskan variasi LST sebesar 47,8\% pada tahun 2019 dan meningkat menjadi 77,7\% pada tahun 2025. Hasil sumbangan efektif menunjukkan bahwa elevasi merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi LST dengan kontribusi sebesar 19,34\% pada tahun 2019 dan meningkat menjadi 39,56\% pada tahun 2025, diikuti oleh NO{$_2$} dan NDBI. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor topografi, kualitas udara, dan karakteristik tutupan lahan berperan penting dalam dinamika suhu permukaan lahan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.} }