TY - THES PB - Universitas AMIKOM Yogyakarta A1 - Oktaviani, Yeni Y1 - 2026/05/09/ KW - Analisis Spasial KW - Indeks Pembangunan Manusia KW - Jawa Timur KW - Matriks SWOT KW - Pusat-Pinggiran KW - Spatial Analysis KW - Human Development Index KW - East Java KW - SWOT Matrix KW - Center-Periphery. ID - universitasamikomyogyakarta32628 UR - https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32628/ TI - ANALISIS SPASIAL KONDISI INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2025 N2 - Pembangunan manusia di tingkat regional sering kali menghadapi tantangan berupa ketimpangan capaian antarwilayah yang dipicu oleh polarisasi sebaran fasilitas sosial dan pusat pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran spasial tingkat capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jawa Timur tahun 2025 sekaligus merumuskan strategi arah kebijakan wilayah guna mereduksi kesenjangan pembangunan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode analisis spasial berbasis sistem informasi geografis (overlay dan join table database) serta analisis deskriptif menggunakan matriks SWOT. Variasi keruangan tingkat pembangunan manusia dianalisis berdasarkan tiga dimensi komposit pendukung, meliputi dimensi pengetahuan, dimensi kesehatan, dan dimensi standar hidup layak pada 38 kabupaten/kota. Hasil analisis spasial menunjukkan adanya polarisasi keruangan secara kontras. Wilayah berkategori IPM Sangat Tinggi hingga Tinggi mengelompok kuat di kawasan pertumbuhan koridor utama metropolitan (seperti Kota Surabaya, Kota Malang, dan Kabupaten Sidoarjo) karena didukung oleh tingginya capaian ketiga dimensi komposit pendukung. Sebaliknya,wilayah pinggiran khususnya kabupaten di Pulau Madura (seperti Kabupaten Sampang dan Bangkalan) masih tertahan pada klasifikasi IPM kategori Sedang akibat rendahnya angka rata-rata lama sekolah dan terbatasnya kapasitas daya beli masyarakat setempat. Formulasi strategi berbasis matriks SWOT menghasilkan empat rekomendasi kebijakan utama, yaitu menggunakan faasilitas untuk memperluas layanan (strategi SO), mempercepat pembangunan gunan meningkatkan aksesibilitas (strategi WO), mendistribusikan tenaga ahli secara merata (strategi ST), melakukan intervensi Mobile Service Centre guna mengatasi hambatan fisik (strategi WT). AV - restricted M1 - bachelor ER -