<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS SPASIAL KONDISI INDEKS PEMBANGUNAN &#13;
MANUSIA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2025</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Yeni</mods:namePart><mods:namePart type="family">Oktaviani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pembangunan manusia di tingkat regional sering kali menghadapi tantangan&#13;
berupa ketimpangan capaian antarwilayah yang dipicu oleh polarisasi sebaran&#13;
fasilitas sosial dan pusat pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
memetakan sebaran spasial tingkat capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM)&#13;
Provinsi Jawa Timur tahun 2025 sekaligus merumuskan strategi arah kebijakan&#13;
wilayah guna mereduksi kesenjangan pembangunan tersebut. Metode penelitian&#13;
yang digunakan dalam kajian ini adalah metode analisis spasial berbasis sistem&#13;
informasi geografis (overlay dan join table database) serta analisis deskriptif&#13;
menggunakan matriks SWOT. Variasi keruangan tingkat pembangunan manusia&#13;
dianalisis berdasarkan tiga dimensi komposit pendukung, meliputi dimensi&#13;
pengetahuan, dimensi kesehatan, dan dimensi standar hidup layak pada 38&#13;
kabupaten/kota. Hasil analisis spasial menunjukkan adanya polarisasi keruangan&#13;
secara kontras. Wilayah berkategori IPM Sangat Tinggi hingga Tinggi&#13;
mengelompok kuat di kawasan pertumbuhan  koridor utama metropolitan (seperti&#13;
Kota Surabaya, Kota Malang, dan Kabupaten Sidoarjo) karena didukung oleh&#13;
tingginya capaian ketiga dimensi komposit pendukung. Sebaliknya,wilayah&#13;
pinggiran khususnya kabupaten di Pulau Madura (seperti Kabupaten Sampang dan&#13;
Bangkalan) masih tertahan pada klasifikasi IPM kategori Sedang akibat rendahnya&#13;
angka rata-rata lama sekolah dan terbatasnya kapasitas daya beli masyarakat&#13;
setempat. Formulasi strategi berbasis matriks SWOT menghasilkan empat&#13;
rekomendasi kebijakan utama, yaitu menggunakan faasilitas untuk memperluas&#13;
layanan (strategi SO), mempercepat pembangunan gunan meningkatkan&#13;
aksesibilitas (strategi WO), mendistribusikan tenaga ahli secara merata (strategi&#13;
ST), melakukan intervensi Mobile Service Centre guna mengatasi hambatan fisik&#13;
(strategi WT).</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">910 Geografi dan perjalanan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Sains &amp; Teknologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>