eprintid: 32625 rev_number: 9 eprint_status: archive userid: 12 dir: disk0/00/03/26/25 datestamp: 2026-09-08 04:15:06 lastmod: 2026-09-08 04:15:06 status_changed: 2026-09-08 04:15:06 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Subagio, Anton creators_nim: 22.85.1181 contributors_name: Sejati, Sadewa Purba corp_creators: Universitas AMIKOM Yogyakarta title: PENGARUH PENUTUP LAHAN KAWASAN INDUSTRI DAN PERTAMBANGAN TERHADAP SUHU PERMUKAAN TANAH DAN POLUTAN (STUDI KASUS KABUPATEN BOJONEGORO 2019-2024) ispublished: pub subjects: 900.910.910A divisions: sch_bio full_text_status: restricted keywords: Penutup lahan, suhu permukaan tanah, polutan udara, industri dan pertambangan, SIG, Land cover, land surface temperature, air pollutants, industry and mining, GIS. abstract: Dinamika ekspansi kawasan industri dan pertambangan dapat memicu transformasi tutupan lahan yang berdampak pada perubahan iklim mikro dan kualitas udara lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan penutup lahan di kawasan industri dan pertambangan, serta menganalisis pengaruhnya terhadap perubahan suhu permukaan tanah (LST) dan polutan udara CO, NO₂, dan CH₄ selama periode 2019–2024. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan analisis spasial citra satelit Landsat 8 dan Sentinel-5P menggunakan platform Google Earth Engine dan perangkat lunak ArcGIS. Hubungan antarvariabel diuji menggunakan korelasi Pearson, regresi linier global Ordinary Least Squares (OLS), uji autokorelasi spasial Moran's I, dan pemodelan regresi spasial lokal Geographically Weighted Regression (GWR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi lahan didominasi oleh area tetap sebesar 90%, diiringi ekspansi lahan terbangun 6% dan konversi 4%, dengan Kecamatan Gayam sebagai perubahan paling masif. Aktivitas perubaha penutp lahan ini secara spasial memengaruhi peningkatan pada LST, NO₂, dan CH₄, namun terjadi penurunan kadar CO di seluruh kawasan penelitian. Pemodelan OLS menghasilkan prediksi daya penjelas yang lemah akibat tingginya autokorelasi spasial antarwilayah. Model GWR menghasilkan daya penjelas terhadap dinamika NO₂ (92,39%), LST (80,09%), CO (76,53%), dan CH₄ (55,00%). Kecamatan Padangan dengan pengaruh "Positif Kuat" pada LST dan CO, namun arah pengaruhnya berbalik negatif pada polutan NO₂ dan CH₄. Pengaruh "Positif (Kuat dan Sedang)" pada ketiga parameter polutan (CO, NO₂, dan CH₄) teridentifikasi di Kecamatan Gayam dengan sektor Pengilangan Migas & Barang Galian Bukan Logam, serta Kecamatan Baureno dengan sektor Pengolahan Tembakau, namun ekspansi lahan di kedua wilayah tersebut tidak mempengaruhi peningkatan LST. date: 2026-06-09 date_type: published institution: Universitas AMIKOM Yogyakarta department: Fakultas Sains & Teknologi thesis_type: bachelor thesis_name: skripsi citation: Subagio, Anton (2026) PENGARUH PENUTUP LAHAN KAWASAN INDUSTRI DAN PERTAMBANGAN TERHADAP SUHU PERMUKAAN TANAH DAN POLUTAN (STUDI KASUS KABUPATEN BOJONEGORO 2019-2024). S1 - Sarjana thesis, Universitas AMIKOM Yogyakarta. document_url: https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32625/1/COVER.pdf document_url: https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32625/2/Naskah%20Lengkap.pdf document_url: https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32625/3/Publikasi.pdf