<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGARUH PENUTUP LAHAN KAWASAN INDUSTRI &#13;
DAN PERTAMBANGAN TERHADAP SUHU PERMUKAAN&#13;
TANAH DAN POLUTAN (STUDI KASUS KABUPATEN&#13;
BOJONEGORO 2019-2024)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Anton</mods:namePart><mods:namePart type="family">Subagio</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Dinamika ekspansi kawasan industri dan pertambangan dapat memicu transformasi&#13;
tutupan lahan yang berdampak pada perubahan iklim mikro dan kualitas udara&#13;
lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan penutup lahan di&#13;
kawasan industri dan pertambangan, serta menganalisis pengaruhnya terhadap&#13;
perubahan suhu permukaan tanah (LST) dan polutan udara CO, NO₂, dan CH₄&#13;
selama periode 2019–2024. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan&#13;
kuantitatif deskriptif dan analisis spasial citra satelit Landsat 8 dan Sentinel-5P&#13;
menggunakan platform Google Earth Engine dan perangkat lunak ArcGIS.&#13;
Hubungan antarvariabel diuji menggunakan korelasi Pearson, regresi linier global&#13;
Ordinary Least Squares (OLS), uji autokorelasi spasial Moran's I, dan pemodelan&#13;
regresi spasial lokal Geographically Weighted Regression (GWR). Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa modifikasi lahan didominasi oleh area tetap sebesar 90%,&#13;
diiringi ekspansi lahan terbangun 6% dan konversi 4%, dengan Kecamatan Gayam&#13;
sebagai perubahan paling masif. Aktivitas perubaha penutp lahan ini secara spasial&#13;
memengaruhi peningkatan pada LST, NO₂, dan CH₄, namun terjadi penurunan&#13;
kadar CO di seluruh kawasan penelitian. Pemodelan OLS menghasilkan prediksi&#13;
daya penjelas yang lemah akibat tingginya autokorelasi spasial antarwilayah.&#13;
Model GWR menghasilkan daya penjelas terhadap dinamika NO₂ (92,39%), LST&#13;
(80,09%), CO (76,53%), dan CH₄ (55,00%). Kecamatan Padangan dengan&#13;
pengaruh "Positif Kuat" pada LST dan CO, namun arah pengaruhnya berbalik&#13;
negatif pada polutan NO₂ dan CH₄. Pengaruh "Positif (Kuat dan Sedang)" pada&#13;
ketiga parameter polutan (CO, NO₂, dan CH₄) teridentifikasi di Kecamatan Gayam&#13;
dengan sektor Pengilangan Migas &amp; Barang Galian Bukan Logam, serta Kecamatan&#13;
Baureno dengan sektor Pengolahan Tembakau, namun ekspansi lahan di kedua&#13;
wilayah tersebut tidak mempengaruhi peningkatan LST.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">910 Geografi dan perjalanan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Sains &amp; Teknologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>