<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>MODEL INTRUSION DETECTION SYSTEM&#13;
MENGGUNAKAN AUTOENCODER CNN-BILSTM DENGAN&#13;
HYBRID RESAMPLING BERBASIS ANOMALY SCORE&#13;
UNTUK PENANGANAN DATA TIDAK SEIMBANG</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Arya Satrya</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wicaksana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Ancaman siber yang terus berkembang mendorong kebutuhan akan sistem &#13;
deteksi intrusi yang mampu mendeteksi serangan secara akurat, khususnya pada&#13;
kelas serangan yang sangat jarang terjadi. Dataset NSL-KDD yang umum&#13;
digunakan sebagai benchmark IDS memiliki ketidakseimbangan kelas yang&#13;
ekstrem, dengan kelas U2R hanya mencakup 0,04% dan R2L hanya 0,79% dari&#13;
total data, sehingga model cenderung gagal mendeteksi serangan pada kelas&#13;
minoritas meskipun mencapai accuracy yang tinggi. Penelitian ini mengusulkan&#13;
model yang mengintegrasikan Autoencoder, CNN dan BiLSTM dengan&#13;
mekanisme Dual Attention (FocusConv dan TempoNet), dikombinasikan dengan&#13;
strategi Hybrid Resampling RUS-SMOTE berbasis Anomaly Score. Anomaly score&#13;
diperoleh dari reconstruction error (RE) median per kelas hasil pelatihan&#13;
Autoencoder secara unsupervised, yang digunakan untuk menentukan intensitas&#13;
oversampling tiap kelas secara adaptif tanpa hyperparameter arbitrer. Kelas U2R&#13;
dengan median RE sebesar 0,091631 dimana 53,9 kali lebih tinggi dari kelas&#13;
Normal secara otomatis mendapatkan faktor pengali terbesar (14,35×), sehingga&#13;
imbalance ratio berhasil direduksi dari 1.306× menjadi 36,45×. Evaluasi pada 7&#13;
skenario ablasi menggunakan data uji NSL-KDD (25.195 sampel) menunjukkan&#13;
bahwa model final mencapai accuracy 99,31%, Macro Sensitivity 0,9757, Macro&#13;
Specificity 0,9984, Recall R2L 0,9950, dan Recall U2R 0,9000 dengan Score&#13;
Komposit 0,9871. Perbandingan dengan existing methods pada dataset yang sama&#13;
menunjukkan peningkatan Macro Sensitivity sebesar 15,57% dibandingkan Dangol&#13;
&amp; Eaman (2025) dan peningkatan Recall R2L sebesar 25,19% dibandingkan Ben&#13;
Said et al. (2023). Hasil ablasi membuktikan bahwa anomaly score berkontribusi&#13;
meningkatkan Recall U2R sebesar 20,00% dibandingkan SMOTE rata tanpa&#13;
anomaly score, mengkonfirmasi peran sentralnya sebagai mekanisme yang&#13;
menjadikan strategi resampling lebih efisien dan dapat dipertanggungjawabkan&#13;
secara ilmiah.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-21</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;PJJ Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>