<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KLASIFIKASI CITRA DAUN SAWI BERBASIS CNN UNTUK&#13;
MEMBEDAKAN TANAMAN SEHAT DAN TERKENA HAMA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">M.</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hafidurrohman</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian dengan judul "Klasifikasi Citra Daun Sawi Berbasis CNN untuk&#13;
Membedakan Tanaman Sehat dan Terkena Hama" ini bertujuan untuk&#13;
mengembangkan sistem identifikasi yang akurat dan efisien guna meminimalisir&#13;
kerusakan hasil panen. Penelitian ini membandingkan dua arsitektur Convolutional&#13;
Neural Network (CNN), yaitu VGG19 dan Xception, dengan mengintegrasikan&#13;
metode Bayesian Optimization untuk menentukan hyperparameter optimal secara&#13;
sistematis pada aspek learning rate, dropout rate, dan jumlah filter. Hasil&#13;
eksperimen menunjukkan performa yang sangat tinggi, di mana model Xception&#13;
mencapai akurasi maksimal 100% dan VGG19 sebesar 99,00%, melampaui capaian&#13;
penelitian terdahulu yang menggunakan parameter manual. Dari sisi efisiensi&#13;
komputasi, Xception mencatatkan waktu inferensi lebih cepat yaitu 27,58 ms per&#13;
citra dibandingkan VGG19 sebesar 33,37 ms. Keunggulan kecepatan Xception&#13;
didorong oleh penggunaan depthwise separable convolution yang efektif mereduksi&#13;
beban komputasi tanpa mengorbankan kualitas ekstraksi fitur, sedangkan VGG19&#13;
unggul dalam stabilitas akurasi pada jangka panjang. Meskipun sangat akurat,&#13;
analisis kegagalan menunjukkan adanya potensi salah prediksi pada daun dengan&#13;
lubang fisik non-hama akibat kemiripan tekstur visual. Kesimpulan penelitian&#13;
menegaskan bahwa penggunaan Bayesian Optimization memberikan kontribusi&#13;
besar dalam pencapaian konvergensi model yang presisi. Arsitektur Xception&#13;
sangat direkomendasikan untuk implementasi pada perangkat dengan sumber daya&#13;
terbatas (edge devices) karena keseimbangan optimal antara akurasi tinggi dan&#13;
efisiensi waktu respons.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:classification authority="lcc">580 Tumbuh-tumbuhan, tanaman, botani, flora</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;PJJ Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>