<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>OPTIMASI K-NEAREST NEIGHBOR (K-NN) MENGGUNAKAN&#13;
ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK&#13;
MENGIDENTIFIKASI PENYAKI GIGI DAN MULUT</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dloifur Rohman</mods:namePart><mods:namePart type="family">Al Ghifari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Gigi dan mulut merupakan salah organ tubuh yang sangat penting bagi &#13;
manusia. Mulut merupakan gerbang masuk seluruh makanan yang dibutuhkan&#13;
tubuh dan gigi merupakan alat mengunyah agar proses pencernaan makanan dalam&#13;
perut berjalan baik. Mulut dan gigi yang tidak sehat akan menimbulkan dampak&#13;
negatif dan mengganggu kegiatan sehari hari. Menurut Hasil Riset Dasar Kesehatan&#13;
(RISKESDAS) 2018, sebanyak 57,6% Masyarakat Indonesia mengalami masalah&#13;
mulut dan gigi, serta 93% anak Indonesia mengalami karies gigi dan 87% orang&#13;
yang memiliki penyakit mulut dan gigi tidak berobat ke dokter, mereka berusaha &#13;
untuk mengobatinya secara mandiri. Berdasarkan data tersebut kesadaran akan &#13;
Kesehatan gigi dan mulut masih tergolong rendah karena kurangnya sosialisasi dan&#13;
pengetahuan tentang penyakit mulut dan gigi. &#13;
Padahal apabila dibiarkan penyakit pada gigi dan mulut akan dapat&#13;
menyebabkan penyakit berbahaya lainnya. teknologi komputasi telah mengalami&#13;
perkembangan salah satunya pengolahan citra menggunakan algoritma Machine&#13;
learning dan deep learning. Pada penelitian ini akan dilakukan klasifikasi penyakit&#13;
gigi dan mulut berdasarkan citra gigi dan mulut  menggunakan algoritma hybrid&#13;
CNN dan KNN. Algoritme CNN digunakan untuk proses ekstraksi fiturnya&#13;
sedangkan proses klasifikasinya menggunakan algoritma KNN. Untuk mengatasi&#13;
kelemahan KNN dalam penentuan nilai k yang masih adaptif, maka dilakukan&#13;
optimasi dengan algoritme Particle Swarm optimization (PSO). Berdasarkan&#13;
pengujian yang dilakukan algoritma PSO-KNN menghasilkan akurasi yang baik&#13;
dibandingkan dengan algoritma CNN saja, dengan rata-rata akurasi sebesar&#13;
91.59%.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:classification authority="lcc">610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-08-06</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;PJJ Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>