<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>OPTIMASI HYPERPARAMETER GRID SEARCH PADA &#13;
PERBANDINGAN RANDOM FOREST DAN SUPPORT VECTOR&#13;
MACHINE UNTUK PREDIKSI RETENSI MAHASISWA STRATA 1&#13;
BERBASIS DATASET PRIMER MULTIDIMENSI</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dimas</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pradipto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Retensi mahasiswa merupakan salah satu isu strategis yang paling kritis&#13;
dalam pengelolaan pendidikan tinggi modern. Data dari National Center for&#13;
Education Statistics (NCES) Amerika Serikat mencatat bahwa sekitar 40%&#13;
mahasiswa yang mendaftar di perguruan tinggi tidak berhasil menyelesaikan&#13;
gelarnya dalam enam tahun pertama, sementara di Indonesia, Kementerian&#13;
Pendidikan dan Kebudayaan mencatat 602.208 mahasiswa atau sekitar 7% dari total&#13;
8,48 juta mahasiswa terdaftar berhenti kuliah pada tahun 2019, dengan 79,5% di&#13;
antaranya berasal dari Perguruan Tinggi Swasta. Kondisi ini mendorong penelitian&#13;
berbasis data di Universitas Ibnu Sina (UIS), perguruan tinggi swasta di Kota Batam&#13;
dengan 2.389 mahasiswa aktif dari enam program studi pada tiga fakultas, yang&#13;
mencatat variasi tingkat retensi signifikan antarprogram studi khususnya Teknik&#13;
Informatika dengan persentase mahasiswa berisiko tertinggi sebesar 36,2%.&#13;
Penelitian ini bertujuan membangun dataset primer retensi mahasiswa UIS&#13;
yang mencakup 18 variabel prediktor dari empat dimensi, yaitu akademik (IPS&#13;
Semester 1–4, IPK Sementara, Jumlah SKS Gagal, Jumlah MK Mengulang, Jumlah&#13;
Nilai D &amp; E), demografis (Jenis Kelamin, Asal Sekolah, Usia Mendaftar, Asal&#13;
Kota), sosial-ekonomi (Pekerjaan Orang Tua, Penghasilan Orang Tua, Jumlah&#13;
Cuti), dan administratif (Program Studi, Periode Masuk, Sisa Masa Studi) dari&#13;
2.389 mahasiswa angkatan 2021/2022–2023/2024. Ketidakseimbangan kelas yang&#13;
ekstrem (Aktif 75,0%, Berisiko 21,9%, Tidak Aktif 3,2%) ditangani menggunakan&#13;
Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE) yang diterapkan eksklusif&#13;
pada data training untuk mencegah data leakage. Kedua algoritma Random Forest&#13;
(RF) dan Support Vector Machine (SVM) dengan kernel RBF dioptimalkan melalui&#13;
Grid Search 5-Fold Cross Validation dan dievaluasi menggunakan akurasi,&#13;
precision, recall, serta F1-Score weighted dan macro average.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan Random Forest secara konsisten mengungguli&#13;
SVM pada seluruh metrik evaluasi, dengan akurasi 92,24% vs. 87,63% dan F1Score&#13;
&#13;
Macro Average 84,06% vs. 75,27%. Perbedaan paling signifikan terdapat&#13;
pada deteksi kelas "Tidak Aktif" dengan F1-Score RF (72,73%) lebih tinggi 15,59&#13;
poin dibandingkan SVM (57,14%). Analisis feature importance mengungkap&#13;
bahwa Jumlah SKS Gagal (0,2847) dan IPK Sementara (0,2134) merupakan&#13;
prediktor terkuat, diikuti IPS Semester 1 (0,1023), sementara faktor non-akademik&#13;
riwayat cuti (0,0428) dan penghasilan orang tua (0,0312) turut berkontribusi&#13;
signifikan. Disimpulkan bahwa Random Forest merupakan algoritma terbaik untuk&#13;
prediksi retensi mahasiswa UIS. Peneliti selanjutnya disarankan memperluas fitur&#13;
dataset dengan variabel psikologis, membandingkan dengan algoritma boosting&#13;
(XGBoost, LightGBM), serta mengeksplorasi teknik penanganan class imbalance&#13;
lain seperti ADASYN atau SMOTE-Tomek Links.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">005 Pemrograman komputer, program dan data</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-11</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;PJJ Magister Informatika</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>