<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>{JALUR NON REGULER: PROFESIONAL} PERANCANGAN RUMAH BATIK DI DESA JARUM KABUPATEN KLATEN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Shalahuddin</mods:namePart><mods:namePart type="family">Shina</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Desa Jarum, Kecamatan Bayat, lebih dikenal sebagai salah satu sentra industri batik di Kabupaten Klaten. Perkembangan industri batik di desa ini tidak terlepas dari pengaruh penyebaran dakwah Sunan Pandanaran pada abad ke-17 M. Kekayaan budaya dan sejarah tersebut menjadikan Desa Jarum sebagai lokasi yang tepat untuk mendirikan rumah batik. Perancangan Rumah Batik di Desa Jarum dilatarbelakangi oleh tingginya minat global akan produk fashion ramah lingkungan. Sayangnya karena keterbatasan akses dan pengetahuan, pembatik di Desa Jarum belum seutuhnya memanfatkan teknologi dalam memasarkan batik. Strategi pemasaran yang digunakan cenderung konvensional sehingga keuntungan yang didapat pengrajin sedikit. Ironisnya generasi muda kurang berminat untuk menekuni profesi ini dan mengancam kelestarian batik di Indonesia, terbukti pada tahun 2020-2024, jumlah industri batik di Indonesia turun hingga 40%. Produksi batikpun saat ini juga masih dikatakan jauh dari ramah lingkungan karena tidak mengelola limbah dengan baik. Tujuan perancangan ini yaitu mendesain rumah batik berkelanjuatan yang dapat memproduksi batik tulis secara ramah lingkungan dan memastikan keuntungan produk yang lebih tinggi sehingga dapat menyejahterakan pengrajin. Metode penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara dan literatur digital. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pengintegrasian prinsip keberlanjutan pada rumah produksi batik tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat identitas budaya karena memasukan unsur sejarah Sunan Pandanaran pada desain dan memperluas peluang ekonomi kreatif melalui pemasaran digital.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">720 Arsitektur</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-24</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Sains &amp; Teknologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>