<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>{JALUR NON REGULER: PROFESIONAL}&#13;
ARSITEKTUR BIOKLIMATIK SEBAGAI LANDASAN PERANCANGAN KLINIK&#13;
UTAMA MITRAKITA UNTUK OPTIMALISASI KENYAMANAN FISIK</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Risma Ayu</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wijayanti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan, Klinik Utama Mitra&#13;
Kita di Semarang memerlukan penyesuaian fasilitas guna memenuhi standar pelayanan&#13;
yang lebih baik. Penambahan area yang dibutuhkan sangat mendesak, seperti ruang&#13;
IGD, ICU/HND, ruang operasi (OK), ruang bersalin (VK), dan kamar rawat inap dengan&#13;
kamar mandi dalam, untuk meningkatkan kenyamanan serta kualitas pelayanan kepada&#13;
pasien. Oleh karena itu, renovasi gedung klinik merupakan langkah strategis untuk&#13;
mengakomodasi perkembangan tersebut dan menyediakan fasilitas yang lebih lengkap.&#13;
Proyek ini terletak di Jalan Puspanjolo Barat Raya No.45, Bojongsalaman, Kecamatan&#13;
Semarang Barat, dengan luasan bangunan yang ada sebesar 506 m² dan luasan&#13;
pengembangan sebesar 305 m². Lingkup pekerjaan yang dilakukan mencakup&#13;
Masterplan, Perancangan Bangunan, dan DED (Detail Engineering Design). Tantangan&#13;
utama yang dihadapi adalah keterbatasan lahan, kebutuhan desain yang bisa&#13;
menghubungkan bangunan yang sudah ada dengan bangunan baru tanpa mengganggu&#13;
aktifitas klinik, ketidaksesuaian data survei atau desain dengan kondisi topografi, serta&#13;
perhatian terhadap peraturan Distaru dan PBG Semarang. Masalah lainnya adalah&#13;
orientasi bangunan yang menghadap ke arah timur, sehingga menyebabkan paparan&#13;
langsung dari sinar matahari. Untuk mengatasi hal ini, pengembangan klinik akan&#13;
menggunakan pendekatan Arsitektur Bioklimatik. Arsitektur bioklimatik adalah desain&#13;
yang didasarkan pada iklim setempat, dengan tujuan memberikan kenyamanan termal&#13;
dan visual secara alami, menggunakan energi matahari dan sumber alami lainnya.&#13;
Aspek kenyamanan fisik yang diperhatikan meliputi kenyamanan termal (orientasi dan&#13;
bentuk bangunan terhadap angin serta radiasi matahari), kenyamanan spasial (komposisi&#13;
ruang dalam dan luar), kenyamanan visual (masuknya cahaya alami dengan spektrum&#13;
yang luas, menghindari sinar matahari langsung, serta pencahayaan buatan), serta&#13;
kenyamanan audial (menjauhkan atau meredam suara dari sumber, seperti menjauhkan&#13;
ruang yang membutuhkan ketenangan dari jalan raya).</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">720 Arsitektur</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Sains &amp; Teknologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>