eprintid: 32591 rev_number: 8 eprint_status: archive userid: 12 dir: disk0/00/03/25/91 datestamp: 2026-08-05 02:50:13 lastmod: 2026-08-05 02:50:13 status_changed: 2026-08-05 02:50:13 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Nabilla, Vrisna creators_nim: 22.86.0233 contributors_name: Adninda, Gardyas Bidari corp_creators: Universitas AMIKOM Yogyakarta title: KAJIAN IMPLEMENTASI SISTEM PENANGGULANGAN BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI DI KAWASAN RAWAN BENCANA (KRB) KECAMATAN KEMALANG, KABUPATEN KLATEN ispublished: pub subjects: 700.710.711 divisions: sch_med full_text_status: restricted keywords: Bencana, Sistem Penanggulangan Bencana, Erupsi Gunung Merapi, Kawasan Rawan Bencana (KRB), Kecamatan Kemalang, disaster management, community preparedness, Mount Merapi, Disaster-Prone Area III, BPBD. abstract: Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kecamatan Kemalang di Kabupaten Klaten termasuk ke dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap dampak erupsi Merapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan sistem penanggulangan bencana erupsi Gunung Merapi di kawasan tersebut dengan menyoroti kesiapsiagaan masyarakat, ketersediaan infrastruktur kebencanaan, serta peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam mendukung penanggulangan bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari aparat desa, relawan kebencanaan, masyarakat di kawasan KRB III, serta pihak terkait yang terlibat dalam penanggulangan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat di kawasan KRB III Kecamatan Kemalang tergolong cukup baik. Hal ini ditunjukkan oleh pemahaman masyarakat terhadap ancaman erupsi Gunung Merapi, kebiasaan menyiapkan tas siaga bencana, serta adanya sistem penyampaian informasi yang melibatkan relawan, pemerintah desa, BPBD, dan BPPTKG. Dari sisi infrastruktur kebencanaan, wilayah ini telah didukung oleh jalur evakuasi, rambu evakuasi, shelter sementara, tempat evakuasi akhir, serta sarana komunikasi seperti Handy Talky (HT) dan sistem peringatan dini. Selain itu, masyarakat juga menerapkan konsep evakuasi mandiri yang berkembang dari pengalaman erupsi tahun 2010 sehingga proses evakuasi dapat dilakukan lebih cepat dan terorganisir. BPBD berperan dalam berbagai tahapan penanggulangan bencana mulai dari prabencana, saat bencana, hingga pascabencana melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, koordinasi kelembagaan, penyediaan logistik, serta pendataan kerusakan pascabencana. Namun, dalam pelaksanaan evakuasi di lapangan, relawan lokal dan masyarakat desa menjadi penggerak utama karena lebih memahami kondisi wilayah dan karakteristik masyarakat setempat. Secara keseluruhan, sistem penanggulangan bencana di kawasan KRB III Kecamatan Kemalang telah berjalan melalui kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat, meskipun masih diperlukan peningkatan pada aspek pelaksanaan simulasi kebencanaan secara rutin serta perbaikan aksesibilitas pada beberapa jalur evakuasi. date: 2026-02-18 date_type: published institution: Universitas AMIKOM Yogyakarta department: Fakultas Sains & Teknologi thesis_type: bachelor thesis_name: skripsi citation: Nabilla, Vrisna (2026) KAJIAN IMPLEMENTASI SISTEM PENANGGULANGAN BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI DI KAWASAN RAWAN BENCANA (KRB) KECAMATAN KEMALANG, KABUPATEN KLATEN. S1 - Sarjana thesis, Universitas AMIKOM Yogyakarta. document_url: https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32591/1/COVER.pdf document_url: https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32591/2/Naskah%20Lengkap.pdf