<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KAJIAN IMPLEMENTASI SISTEM PENANGGULANGAN&#13;
BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI DI KAWASAN &#13;
RAWAN BENCANA (KRB) KECAMATAN KEMALANG,&#13;
KABUPATEN KLATEN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Vrisna</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nabilla</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia yang&#13;
terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.&#13;
Kecamatan Kemalang di Kabupaten Klaten termasuk ke dalam Kawasan Rawan&#13;
Bencana (KRB) III yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap dampak&#13;
erupsi Merapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan sistem&#13;
penanggulangan bencana erupsi Gunung Merapi di kawasan tersebut dengan&#13;
menyoroti kesiapsiagaan masyarakat, ketersediaan infrastruktur kebencanaan, serta&#13;
peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam mendukung&#13;
penanggulangan bencana. &#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik&#13;
pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi.&#13;
Informan penelitian terdiri dari aparat desa, relawan kebencanaan, masyarakat di&#13;
kawasan KRB III, serta pihak terkait yang terlibat dalam penanggulangan bencana. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat di kawasan KRB&#13;
III Kecamatan Kemalang tergolong cukup baik. Hal ini ditunjukkan oleh&#13;
pemahaman masyarakat terhadap ancaman erupsi Gunung Merapi, kebiasaan&#13;
menyiapkan tas siaga bencana, serta adanya sistem penyampaian informasi yang&#13;
melibatkan relawan, pemerintah desa, BPBD, dan BPPTKG. Dari sisi infrastruktur&#13;
kebencanaan, wilayah ini telah didukung oleh jalur evakuasi, rambu evakuasi,&#13;
shelter sementara, tempat evakuasi akhir, serta sarana komunikasi seperti Handy&#13;
Talky (HT) dan sistem peringatan dini. Selain itu, masyarakat juga menerapkan&#13;
konsep evakuasi mandiri yang berkembang dari pengalaman erupsi tahun 2010&#13;
sehingga proses evakuasi dapat dilakukan lebih cepat dan terorganisir. &#13;
BPBD berperan dalam berbagai tahapan penanggulangan bencana mulai dari prabencana,&#13;
saat&#13;
bencana,&#13;
hingga&#13;
pascabencana&#13;
melalui&#13;
kegiatan&#13;
sosialisasi,&#13;
pelatihan,&#13;
&#13;
koordinasi&#13;
&#13;
kelembagaan, penyediaan logistik, serta pendataan kerusakan&#13;
pascabencana. Namun, dalam pelaksanaan evakuasi di lapangan, relawan lokal dan&#13;
masyarakat desa menjadi penggerak utama karena lebih memahami kondisi wilayah&#13;
dan karakteristik masyarakat setempat. Secara keseluruhan, sistem penanggulangan bencana di kawasan KRB III Kecamatan Kemalang telah berjalan melalui&#13;
kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat, meskipun masih&#13;
diperlukan peningkatan pada aspek pelaksanaan simulasi kebencanaan secara rutin&#13;
serta perbaikan aksesibilitas pada beberapa jalur evakuasi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">711 Perencanaan wilayah</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-18</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Sains &amp; Teknologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>