<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>{JALUR REGULER: PROFESIONAL} PERANCANGAN KLINIK TERAPI KESEHATAN MENTAL REMAJA&#13;
DI YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN NEURO-ARSITEKTUR</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Jati Rachmat</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pamungkas</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Prevalensi gangguan mental emosional pada remaja di Daerah Istimewa&#13;
Yogyakarta menunjukkan angka yang relatif tinggi secara nasional, sementara&#13;
ketersediaan fasilitas terapi yang ramah remaja masih terbatas dan cenderung&#13;
berorientasi pada pendekatan medis. Kondisi tersebut menunjukkan adanya&#13;
kesenjangan antara kebutuhan layanan kesehatan mental dengan fasilitas yang&#13;
tersedia. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan fasilitas terapi yang lebih&#13;
humanis, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan psikologis remaja. &#13;
Perancangan ini bertujuan merumuskan konsep klinik terapi kesehatan&#13;
mental remaja dengan pendekatan neuro-arsitektur, yang menempatkan&#13;
lingkungan binaan sebagai bagian dari solusi holistik dalam proses pemulihan&#13;
psikologis. Pendekatan ini mengintegrasikan prinsip neurosains, psikologi, dan&#13;
arsitektur untuk menciptakan ruang yang mampu mendukung kenyamanan&#13;
emosional serta kesejahteraan mental pengguna. Metode yang digunakan meliputi&#13;
analisis makro dan mikro, kajian literatur, studi prinsip neuro-arsitektur dan ruang&#13;
terapeutik, serta perumusan kebutuhan pengguna melalui pemetaan user journey.&#13;
Hasil analisis tersebut menjadi dasar dalam merumuskan strategi desain&#13;
multisensori yang mencakup pengendalian pencahayaan, kualitas akustik,&#13;
kenyamanan termal, pemilihan material, serta pengalaman ruang luar yang bersifat&#13;
terapeutik. &#13;
Hasil perancangan menunjukkan bahwa integrasi prinsip neuro-arsitektur&#13;
mampu menurunkan potensi stres lingkungan, meningkatkan rasa aman, serta&#13;
mendorong keterlibatan remaja dalam proses terapi. Pemilihan tapak di Jl.&#13;
Gandekan dengan tingkat aksesibilitas yang tinggi turut memperkuat fungsi klinik&#13;
sebagai ruang layanan kesehatan mental yang inklusif dan menenangkan bagi&#13;
remaja.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">720 Arsitektur</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-03-26</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Sains &amp; Teknologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>