%0 Thesis %9 S1 - Sarjana %A Pamungkas, Jati Rachmat %A Universitas AMIKOM Yogyakarta, %B Fakultas Sains & Teknologi %D 2026 %F universitasamikomyogyakarta:32590 %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %K Kesehatan mental remaja, Perancangan Klinik terapi, Neuroarsitektur, Ruang terapeutik, Desain Multisensori, Adolescent mental health, Design therapy clinic, Neuroarchitecture, Therapeutic space, Multisensory des. %T {JALUR REGULER: PROFESIONAL} PERANCANGAN KLINIK TERAPI KESEHATAN MENTAL REMAJA DI YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN NEURO-ARSITEKTUR %U https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32590/ %X Prevalensi gangguan mental emosional pada remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan angka yang relatif tinggi secara nasional, sementara ketersediaan fasilitas terapi yang ramah remaja masih terbatas dan cenderung berorientasi pada pendekatan medis. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan layanan kesehatan mental dengan fasilitas yang tersedia. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan fasilitas terapi yang lebih humanis, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan psikologis remaja. Perancangan ini bertujuan merumuskan konsep klinik terapi kesehatan mental remaja dengan pendekatan neuro-arsitektur, yang menempatkan lingkungan binaan sebagai bagian dari solusi holistik dalam proses pemulihan psikologis. Pendekatan ini mengintegrasikan prinsip neurosains, psikologi, dan arsitektur untuk menciptakan ruang yang mampu mendukung kenyamanan emosional serta kesejahteraan mental pengguna. Metode yang digunakan meliputi analisis makro dan mikro, kajian literatur, studi prinsip neuro-arsitektur dan ruang terapeutik, serta perumusan kebutuhan pengguna melalui pemetaan user journey. Hasil analisis tersebut menjadi dasar dalam merumuskan strategi desain multisensori yang mencakup pengendalian pencahayaan, kualitas akustik, kenyamanan termal, pemilihan material, serta pengalaman ruang luar yang bersifat terapeutik. Hasil perancangan menunjukkan bahwa integrasi prinsip neuro-arsitektur mampu menurunkan potensi stres lingkungan, meningkatkan rasa aman, serta mendorong keterlibatan remaja dalam proses terapi. Pemilihan tapak di Jl. Gandekan dengan tingkat aksesibilitas yang tinggi turut memperkuat fungsi klinik sebagai ruang layanan kesehatan mental yang inklusif dan menenangkan bagi remaja.