<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PEMODELAN SPASIAL PENCEMARAN AIR TANAH DI SEKITAR&#13;
TPA PIYUNGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI&#13;
GEOGRAFIS (SIG)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Alif Ridwan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ariyanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pencemaran air tanah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang&#13;
berpotensi terjadi di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA), khususnya akibat&#13;
infiltrasi air lindi ke dalam sistem akuifer. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menganalisis dan memetakan pola spasial pencemaran air tanah di sekitar TPA&#13;
Piyungan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode penelitian yang&#13;
digunakan meliputi pengukuran kualitas air tanah secara in-situ pada sejumlah titik&#13;
sampel, dengan parameter yang diamati meliputi kedalaman muka air tanah, suhu,&#13;
pH, konduktivitas, Total Dissolved Solids (TDS), kekeruhan, bau, rasa, warna, serta&#13;
kandungan amonia. Data hasil pengukuran kemudian dianalisis secara spasial&#13;
menggunakan teknik interpolasi untuk menghasilkan peta sebaran tingkat&#13;
pencemaran air tanah.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air tanah di sekitar TPA Piyungan&#13;
mengalami penurunan, terutama pada wilayah yang berjarak lebih dekat dengan&#13;
lokasi TPA. Parameter amonia, konduktivitas, dan TDS menunjukkan nilai yang&#13;
relatif tinggi dan menjadi indikator utama pencemaran air tanah. Pemodelan spasial&#13;
berhasil mengidentifikasi zona tingkat pencemaran air tanah yang terbagi menjadi&#13;
wilayah dengan tingkat pencemaran tinggi, sedang, dan rendah. Zona pencemaran&#13;
tinggi umumnya berada pada area yang paling dekat dengan TPA.&#13;
Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan pengukuran in-situ yang&#13;
dikombinasikan dengan analisis spasial berbasis SIG efektif dalam&#13;
menggambarkan kondisi kualitas air tanah secara representatif dan aplikatif. Hasil&#13;
penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan pengelola&#13;
TPA dalam merumuskan kebijakan pengelolaan lingkungan serta upaya&#13;
pengendalian pencemaran air tanah.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">910 Geografi dan perjalanan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-30</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Sains &amp; Teknologi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>