%D 2025 %X Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu wilayah yang mengalami peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan bahwa jumlah penduduk DIY tahun 2020 sebanyak 3.909,197 jiwa meningkat menjadi 4.073,907 jiwa di tahun 2023. Meningkatnya jumlah penduduk dan tingkat kepadatan kota juga meningkatkan kebutuhan masyarakat akan ruang hijau dan tempat beraktifitas yang layak. Sayangnya, banyak kawasan yang memiliki posisi strategis dan potensial untuk ruang publik malahan mengalami disfungsi dan tidak berjalan sesuai tujuannya, salah satu dari kawasan tersebut adalah Kawasan Telaga Bumi Perkemahan Babarsari. Penurunan pengunjung menjadi salah satu faktor yang menjadikan kawasan tidak dikelolah dengan baik, Untuk dapat kembali menghidupkan dan memaksimalkan potensi kawasan ini, penataan kawasan perlu dilakukan dengan mengedepankan fungsi dan aktivitas penggunanya. Konsep Place-Making menjadi sangat cocok diterapkan dengan tujuan agar dapat menampung aktivitas pengguna dan meningkatkan pengalaman pengunjung sehingga kawasan dapat menjadi ruang publik yang baik. Diharapkan konsep ini dapat menyasar langsung ke permasalahan utama Kawasan sehingga Kawasan dapat berfungsi kembali dengan baik dan menjadikan kawasan kembali ramai pengunjung. %A Richard Imanuel Prayogi Sunaryata %K Yogyakarta, Ruang Hijau, Disfungsi, Placemaking, Kawasan, Telaga Bumi, Perkemahan, Babarsari, Green Space, Dysfunction, Placemaking, Area, Telaga Bumi, Campground. %T {JALUR REGULER} PENATAAN AREA RIVERSPACE DI TELAGA BUMI PERKEMAHAN BABARSARI DENGAN KONSEP PLACEMAKING %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %L universitasamikomyogyakarta32576