@phdthesis{universitasamikomyogyakarta32575, author = {Rifki Wahyu Pratama}, month = {February}, school = {Universitas AMIKOM Yogyakarta}, year = {2026}, title = {PEMETAAN TINGKAT BAHAYA BENCANA TSUNAMI DI DAERAH PESISIR DESA DULOLONG BARAT DAN DESA LEWALU KABUPATEN ALOR BARAT LAUT}, abstract = {Bencana tsunami merupakan ancaman serius yang berpotensi menimbulkan kerusakan besar di wilayah pesisir. Desa Dulolong Barat dan Desa Lewalu yang terletak di Kabupaten Alor Barat Laut termasuk wilayah rawan tsunami karena kedekatannya dengan zona subduksi aktif dan kondisi geomorfologinya yang datar serta berdekatan dengan garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat bahaya bencana tsunami dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh berupa foto udara dan sistem informasi geografis (SIG). Metode yang digunakan mencakup pengolahan data spasial melalui skoring dan pembobotan terhadap lima parameter utama: penggunaan lahan, elevasi, kemiringan lereng, jarak ke garis pantai, dan jarak ke sungai. Data foto udara diolah menggunakan perangkat lunak metashape untuk menghasilkan orthophoto dan DEM, sedangkan Global Mapper dan ArcMap digunakan untuk pengolahan dan analisis spasial. Hasil akhir penelitian berupa peta bahaya tsunami yang mengklasifikasikan wilayah ke dalam lima tingkat bahaya, dari sangat rendah hingga sangat tinggi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Desa Dulolong Barat dan Desa Lewalu yang terletak di Kabupaten Alor Barat dikadominasi oleh tingkat bahaya yang paling mencolok adalah kategori "sedang", yang merupakan terbesar dengan luas 212,97 hektar atau hampir 58,6\% dari keseluruhan area studi, dengan bahaya tsunami sedang ditandai oleh karakteristik geografis dan topografis spesifik, seperti ketinggian berkisar antara 25 hingga 50 meter di atas permukaan laut, namun tetap rentan terhadap gelombang besar yang dapat menyebabkan banjir dan erosi jika tsunami mencapai ketinggian ekstrem. Topografi wilayah yang cenderung miring dengan kemiringan 15-40\% dapat mempengaruhi aliran air saat bencana, di mana lereng miring mungkin mempercepat atau memperlambat banjir tergantung pada intensitas, dan penggunaan lahan yang didominasi oleh ladang, semak belukar, serta perkebunan membuatnya rentan terhadap kerusakan pertanian dan ekosistem}, url = {https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32575/}, keywords = {Tsunami, Bahaya, Pemetaan, SIG, Foto Udara, Pesisir, Hazard, Mapping, GIS, Aerial Photography, Coastline.} }