<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS RESEPSI MAHASISWA YOGYAKARTA&#13;
TERHADAP METAFORA VISUAL DALAM NARASI&#13;
WEBTOON ELECEED</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Fadiya</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ahsani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tingginya popularitas platform Webtoon di Indonesia, khususnya pada&#13;
genre aksi-fantasi seperti Eleceed, belum diimbangi dengan kajian empiris&#13;
mengenai bagaimana audiens aktif menerima dan mengonstruksi makna dari&#13;
elemen visual spesifik seperti metafora visual. Hal ini berdampak pada&#13;
terbatasnya pemahaman mengenai literasi visual audiens dalam mengonsumsi&#13;
narasi digital modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif&#13;
dengan paradigma konstruktivisme dan metode analisis resepsi Stuart Hall. Panel&#13;
dari episode 305, 161, dan 350 dipilih secara purposif karena dianggap paling&#13;
representatif dalam menampilkan tiga kategori metafora visual: (1) metafora&#13;
juxtaposisi pada konsep penyesalan, (2) metafora penggantian pada kekuatan yang&#13;
melampaui realitas, dan (3) metafora fusi pada kecepatan supranatural. Data&#13;
dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) terhadap tiga mahasiswa&#13;
menggunakan teknik Apropriasi Minus One untuk memisahkan komponen&#13;
gambar dan teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan mampu&#13;
menangkap makna dominan yang dikodekan kreator, namun memiliki sikap&#13;
evaluasi yang bervariasi antara posisi dominan, negosiasi, dan oposisi berdasarkan&#13;
latar belakang kognitif dan preferensi genre. Penelitian ini berkontribusi pada&#13;
pengembangan studi literasi media visual dan memberikan manfaat praktis bagi&#13;
kreator Webtoon dalam merancang elemen visual yang lebih komunikatif bagi&#13;
audiens dewasa awal.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>