<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>REPRESENTASI PERAN AYAH DALAM FILM PANGGIL AKU AYAH</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Revasya Arnes</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ariamanda</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Peran ayah dalam pengasuhan sangat penting untuk tumbuh dan kembang&#13;
anak, baik secara fisik maupun emosional. Dalam masyarakat Indonesia peran ayah&#13;
masih dominan sebagai pencari nafkah, sementara peran pengasuhan lebih banyak&#13;
dibebankan kepada ibu akibat kuatnya pengaruh budaya patriarki. Di tengah realitas&#13;
tersebut, media film memiliki peran penting dalam membentuk dan&#13;
merepresentasikan tentang peran ayah dalam keluarga. Film Panggil Aku Ayah&#13;
merupakan salah satu film bertema keluarga yang menampilkan figur ayah dalam&#13;
hubungan non-biologis dengan keterlibatan pengasuhan yang penuh tanggung&#13;
jawab.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi peran ayah dalam&#13;
film Panggil Aku Ayah dengan menggunakan metode analisis semiotika John&#13;
Fiske. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik&#13;
pengumpulan data melalui observasi terhadap adegan film, dokumentasi tangkapan&#13;
layar, serta analisis tanda berdasarkan tiga level semiotika, yaitu level realitas, level&#13;
representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Panggil&#13;
Aku Ayah merepresentasikan peran ayah dalam keluarga sebagai economic&#13;
provider, friend and playmate, caregiver, teacher and role model, monitor and&#13;
discipline, protector, dan advocate. Hal ini menunjukkan figur ayah berperan aktif&#13;
dalam pengasuhan melalui keterlibatan emosional, kepedulian, dan tanggung jawab&#13;
meskipun tidak memiliki hubungan biologis.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-04</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>