%0 Thesis %9 S1 - Sarjana %A Jannah, Syavina %A Universitas AMIKOM Yogyakarta, %B Fakultas Ekonomi & Sosial %D 2026 %F universitasamikomyogyakarta:32568 %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %K Makna Cinta, Relasi Romantis, Semiotika, Tak Ingin Usai di Sini, The Meaning of Love, Romantic Relationship, Semiotics. %T REPRESENTASI MAKNA CINTA DALAM RELASI ROMANTIS (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA FILM TAK INGIN USAI DI SINI) %U https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32568/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi makna cinta dalam relasi romantis pada film Tak Ingin Usai di Sini (2025). Kekhawatiran akibat kesalahpahaman dalam memaknai cinta melahirkan fenomena toxic relationship atau hubungan tidak sehat. Film Tak Ingin Usai di Sini mengisahkan pengorbanan cinta tokoh Kay dan Cream sebagai refleksi keberanian melepaskan orang yang dicintai, cinta yang ditampilkan tidak dikemas dalam hubungan tidak sehat yang marak di masyarakat. Menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Analisis melalui tiga elemen utama makna Barthes: denotasi, konotasi, dan mitos. Teknik pengumpulan data, melalui observasi mendalam dan studi pustaka. Dengan fokus analisis pada delapan scene yang dikategorikan berdasarkan unsur cinta menurut Erich Fromm, yaitu perhatian; tanggung jawab; rasa hormat; dan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada unsur perhatian, cinta direpresentasikan melalui kehadiran tokoh Kay dalam mendampingi Cream pada situasi emosional tertentu; pada unsur tanggung jawab, cinta ditampilkan melalui tindakan pengorbanan tanpa tuntutan balik; pada unsur rasa hormat, cinta direpresentasikan melalui penerimaan terhadap keputusan pasangan dalam menentukan pilihan hidup serta menjaga batasan dengan menghormati pilihan tersebut; sementara unsur pengetahuan menunjukkan pemahaman terhadap kondisi satu sama lain dengan menerima kenyataan yang tidak dapat dihindarkan. Dengan demikian, cinta dalam film ini tidak direpresentasikan sebagai kepemilikan, melainkan sebagai kehadiran dan dukungan emosional, pengorbanan yang tulus, serta penerimaan dan keikhlasan.