<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>REPRESENTASI KEPEMIMPINAN POLITIK PEREMPUAN DALAM&#13;
DRAMA KOREA TEMPEST 2025 (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND&#13;
BARTHES)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Aulia Freza</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fitriani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kesetaraan gender masih menjadi isu penting dalam perkembangan sosial dan&#13;
politik modern, khususnya terkait rendahnya keterlibatan perempuan dalam posisi&#13;
kepemimpinan strategis. Ketimpangan tersebut tidak hanya terlihat dalam praktik&#13;
politik di Indonesia, tetapi juga tercermin dalam representasi media. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan politik perempuan&#13;
direpresentasikan dalam drama Korea Tempest (2025). Penelitian ini menggunakan&#13;
pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis. Metode yang&#13;
digunakan adalah analisis semiotika. Data dikumpulkan melalui observasi&#13;
nonpartisipan terhadap adegan, dialog, serta elemen visual yang menampilkan&#13;
kepemimpinan politik perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drama&#13;
Tempest merepresentasikan kepemimpinan politik perempuan melalui tiga aspek&#13;
utama, yaitu pola perilaku, kualitas personal, dan nilai politik. Tokoh perempuan&#13;
digambarkan mampu mengambil keputusan strategis dalam situasi krisis, bersikap&#13;
rasional dan adaptif, serta menunjukkan kedewasaan emosional dan empati.&#13;
Namun, kepemimpinan perempuan juga ditampilkan harus bernegosiasi dengan&#13;
struktur kekuasaan patriarkal yang masih didominasi oleh tokoh laki-laki.&#13;
Meskipun demikian, perempuan tetap diposisikan sebagai aktor utama yang&#13;
memiliki peran penting dalam menentukan arah dan pertimbangan moral dalam&#13;
pengambilan keputusan politik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-04</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>