<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGELOLAAN KECEMASAN DAN KETIDAKPASTIAN DALAM&#13;
INTERAKSI ANTARBUDAYA AWAK KAPAL KARGO&#13;
INTERNASIONAL PADA LINGKUNGAN KERJA&#13;
MULTIKULTURAL : STUDI FENOMENOLOGI</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Aura Syifa Nur</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fadhilah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Lingkungan kerja kapal kargo internasional mempertemukan awak kapal dari&#13;
latar belakang budaya yang beragam dalam ruang kerja yang terbatas, durasi&#13;
interaksi yang panjang, serta tekanan kerja yang tinggi, sehingga berpotensi&#13;
menimbulkan kecemasan dan ketidakpastian dalam komunikasi antarbudaya.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana awak kapal kargo&#13;
internasional mengalami, memaknai, dan mengelola kecemasan serta&#13;
ketidakpastian dalam komunikasi antarbudaya selama bekerja di kapal. Penelitian&#13;
ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif&#13;
fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam&#13;
terhadap awak kapal kargo internasional yang memiliki pengalaman kerja lintas&#13;
budaya. Analisis data dilakukan dengan menelaah pengalaman subjektif informan&#13;
untuk mengungkap makna komunikasi antarbudaya yang mereka rasakan.&#13;
Kerangka teoritis yang digunakan adalah Anxiety and Uncertainty Management&#13;
Theory (AUM) dari Gudykunst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan&#13;
dan ketidakpastian komunikasi muncul akibat perbedaan bahasa, gaya komunikasi,&#13;
hierarki kerja, serta ekspektasi budaya. Namun, seiring dengan pengalaman kerja&#13;
dan intensitas interaksi, awak kapal mampu mengelola kecemasan dan&#13;
ketidakpastian melalui adaptasi komunikasi, pembelajaran budaya, serta&#13;
pembentukan kepercayaan antar kru. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi&#13;
antarbudaya di kapal kargo merupakan pengalaman psikologis dan emosional yang&#13;
kompleks, bukan sekadar proses pertukaran informasi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-23</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>