@phdthesis{universitasamikomyogyakarta32565, year = {2026}, title = {PENGELOLAAN KECEMASAN DAN KETIDAKPASTIAN DALAM INTERAKSI ANTARBUDAYA AWAK KAPAL KARGO INTERNASIONAL PADA LINGKUNGAN KERJA MULTIKULTURAL : STUDI FENOMENOLOGI}, school = {Universitas AMIKOM Yogyakarta}, author = {Aura Syifa Nur Fadhilah}, month = {January}, url = {https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32565/}, keywords = {Komunikasi antarbudaya, kecemasan, ketidakpastian, awak kapal kargo internasional, intercultural communication, anxiety, uncertainty, international cargo ship crew.}, abstract = {Lingkungan kerja kapal kargo internasional mempertemukan awak kapal dari latar belakang budaya yang beragam dalam ruang kerja yang terbatas, durasi interaksi yang panjang, serta tekanan kerja yang tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan kecemasan dan ketidakpastian dalam komunikasi antarbudaya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana awak kapal kargo internasional mengalami, memaknai, dan mengelola kecemasan serta ketidakpastian dalam komunikasi antarbudaya selama bekerja di kapal. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap awak kapal kargo internasional yang memiliki pengalaman kerja lintas budaya. Analisis data dilakukan dengan menelaah pengalaman subjektif informan untuk mengungkap makna komunikasi antarbudaya yang mereka rasakan. Kerangka teoritis yang digunakan adalah Anxiety and Uncertainty Management Theory (AUM) dari Gudykunst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan dan ketidakpastian komunikasi muncul akibat perbedaan bahasa, gaya komunikasi, hierarki kerja, serta ekspektasi budaya. Namun, seiring dengan pengalaman kerja dan intensitas interaksi, awak kapal mampu mengelola kecemasan dan ketidakpastian melalui adaptasi komunikasi, pembelajaran budaya, serta pembentukan kepercayaan antar kru. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi antarbudaya di kapal kargo merupakan pengalaman psikologis dan emosional yang kompleks, bukan sekadar proses pertukaran informasi.} }