<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>HAMBATAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM&#13;
INTERAKSI AKADEMIK MAHASISWA PAPUA DI&#13;
UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Shafira</mods:namePart><mods:namePart type="family">Maylani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Fenomena interaksi akademik di lingkungan Universitas&#13;
Amikom Yogyakarta menunjukkan bahwa mahasiswa Papua kerap&#13;
mengalami berbagai hambatan dalam berkomunikasi di ruang kelas.&#13;
Hambatan tersebut tampak dalam rendahnya partisipasi saat diskusi,&#13;
keraguan dalam menyampaikan pendapat, serta adanya jarak komunikasi&#13;
antara mahasiswa Papua dengan dosen maupun mahasiswa lain. Kondisi&#13;
ini muncul karena perbedaan latar belakang budaya, bahasa, serta nilai&#13;
dan norma yang dibawa mahasiswa Papua sebagai mahasiswa&#13;
perantauan dengan budaya dominan di lingkungan kampus. Perbedaan&#13;
pola komunikasi tersebut membuat proses penyesuaian tidak selalu&#13;
berjalan mulus dan berdampak pada kualitas interaksi akademik yang&#13;
dialami mahasiswa Papua. Berdasarkan hasil wawancara mendalam&#13;
dengan mahasiswa Papua sebagai informan utama dan dosen sebagai&#13;
informan triangulasi, ditemukan bahwa hambatan komunikasi yang&#13;
dialami meliputi hambatan bahasa, perbedaan nilai dan norma budaya,&#13;
serta hambatan persepsi, dengan hambatan persepsi sebagai yang paling&#13;
dominan. Hambatan persepsi muncul akibat adanya stereotip dan&#13;
penilaian negatif yang menyamaratakan mahasiswa Papua yang&#13;
memiliki motivasi belajar dengan oknum tertentu yang pernah&#13;
menimbulkan masalah, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan&#13;
menurunkan kepercayaan diri dalam berinteraksi akademik. Fokus pada&#13;
mahasiswa Papua dipilih karena mereka memiliki latar budaya yang&#13;
cukup kontras dengan budaya lokal Jawa yang dominan di Yogyakarta,&#13;
sehingga pengalaman komunikasi mereka menjadi penting untuk dikaji&#13;
guna memahami dinamika komunikasi antarbudaya serta menegaskan&#13;
pentingnya peran institusi dan dosen dalam menciptakan lingkungan&#13;
akademik yang inklusif dan setara.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-04</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>