<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN DEMONSTRASI KEMATIAN AFFAN&#13;
KURNIAWAN PADA MEDIA INTERNASIONAL AL-JAZEERA DAN BBC&#13;
NEWS</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Meishafira Putri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Herdana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kematian Affan Kurniawan telah menarik perhatian masyarakat karena&#13;
Affan, seorang pengemudi ojek online yang tengah menyelesaikan pesanannya,&#13;
meninggal dunia akibat tindakan aparat negara dalam rangkaian aksi unjuk rasa&#13;
nasional yang terjadi pada 25 Agustus 2025 hingga awal September 2025. Kejadian&#13;
ini tidak hanya memicu gelombang reaksi publik di dalam negeri, tetapi juga&#13;
menarik perhatian dan simpati dari media-media internasional. Penelitian ini&#13;
dilakukan untuk menganalisis bagaimana media internasional, dalam hal ini adalah&#13;
Al Jazeera dan BBC News membingkai pemberitaan mengenai kasus kematian&#13;
Affan Kurniawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan&#13;
paradigma konstruktivisme dan menerapkan analisis framing model Robert N.&#13;
Entman yang meliputi empat elemen, yaitu define problems, diagnose causes, make&#13;
moral judgments, dan suggest remedies. Data penelitian berupa artikel berita dari&#13;
Al Jazeera dan BBC News yang dipilih berdasarkan tingkat impresi dan&#13;
engagement tertinggi pada unggahan X (Twitter) selama periode 28 – 31 Agustus&#13;
2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan framing yang cukup&#13;
signifikan antara kedua media. Al Jazeera cenderung membingkai kasus kematian&#13;
Affan Kurniawan sebagai persoalan hak asasi manusia dan akuntabilitas negara,&#13;
dengan penekanan pada posisi korban sebagai warga sipil serta kritik terhadap&#13;
kebijakan elit dan tindakan aparat. Sementara itu, BBC News lebih menonjolkan&#13;
peristiwa tersebut sebagai bagian dari eskalasi demonstrasi dan krisis ketertiban&#13;
publik, dengan fokus pada dinamika bentrokan, dampak kerusuhan, serta respons&#13;
institusional pemerintah dalam menjaga stabilitas. Penelitian selanjutnya&#13;
disarankan untuk memperluas objek kajian dengan mengkombinasikan variasi&#13;
media dalam pemberitaan warga sipil lainnya untuk melihat bagaimana media&#13;
berinteraksi dengan interpretasi pembaca.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>