TY - THES ID - universitasamikomyogyakarta32544 TI - STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI DALAM PROGRAM MENGATASI PENGANGGURAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA M1 - bachelor UR - https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32544/ PB - Universitas AMIKOM Yogyakarta Y1 - 2026/02/02/ AV - restricted A1 - Noerma, Erlina Dwi KW - Strategi komunikasi KW - Pengentasan pengangguran KW - Studi kasus. Communication strategy KW - Disnakertrans DIY KW - Unemployment alleviation KW - Case study. N2 - Pengangguran masih menjadi salah satu permasalahan ketenagakerjaan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mendorong perlunya peran aktif pemerintah, tidak hanya melalui penyediaan program ketenagakerjaan, tetapi juga melalui penyampaian informasi dan edukasi yang tepat kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam program pengentasan pengangguran di DIY. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan pemilihan informan secara purposive sampling. Penelitian ini menggunakan model strategi komunikasi yang dikemukakan oleh Hafied Cangara sebagai alat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dilaksanakan melalui tahapan riset, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Dalam pelaksanaannya, Disnakertrans DIY memanfaatkan berbagai media komunikasi, baik secara langsung maupun melalui media digital seperti Instagram, WhatsApp, dan Telegram untuk menyampaikan informasi ketenagakerjaan kepada masyarakat. Pemanfaatan media digital tersebut mampu memperluas jangkauan penyampaian informasi kepada masyarakat. Namun demikian, masih ditemukan hambatan, terutama keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan media sosial sehingga komunikasi dua arah dan pengelolaan umpan balik masyarakat belum berjalan secara optimal. Selain itu, pelaporan strategi komunikasi belum dilakukan secara khusus. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi pengelolaan media sosial, penguatan komunikasi dua arah, serta penyusunan pelaporan strategi komunikasi yang lebih terstruktur untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dalam program pengentasan pengangguran. ER -