<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF DINAS TENAGA KERJA DAN&#13;
TRANSMIGRASI DALAM PROGRAM MENGATASI PENGANGGURAN&#13;
DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Erlina Dwi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Noerma</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pengangguran masih menjadi salah satu permasalahan ketenagakerjaan di Daerah&#13;
Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mendorong perlunya peran aktif pemerintah,&#13;
tidak hanya melalui penyediaan program ketenagakerjaan, tetapi juga melalui&#13;
penyampaian informasi dan edukasi yang tepat kepada masyarakat. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Dinas Tenaga Kerja dan&#13;
Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam program pengentasan&#13;
pengangguran di DIY. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan&#13;
metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, &#13;
observasi, dan dokumentasi dengan pemilihan informan secara purposive sampling.&#13;
Penelitian ini menggunakan model strategi komunikasi yang dikemukakan oleh&#13;
Hafied Cangara sebagai alat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi&#13;
komunikasi dilaksanakan melalui tahapan riset, perencanaan, pelaksanaan,&#13;
evaluasi, dan pelaporan. Dalam pelaksanaannya, Disnakertrans DIY memanfaatkan&#13;
berbagai media komunikasi, baik secara langsung maupun melalui media digital&#13;
seperti Instagram, WhatsApp, dan Telegram untuk menyampaikan informasi&#13;
ketenagakerjaan kepada masyarakat. Pemanfaatan media digital tersebut mampu&#13;
memperluas jangkauan penyampaian informasi kepada masyarakat. Namun&#13;
demikian, masih ditemukan hambatan, terutama keterbatasan sumber daya manusia&#13;
dalam pengelolaan media sosial sehingga komunikasi dua arah dan pengelolaan&#13;
umpan balik masyarakat belum berjalan secara optimal. Selain itu, pelaporan&#13;
strategi komunikasi belum dilakukan secara khusus. Oleh karena itu, diperlukan&#13;
optimalisasi pengelolaan media sosial, penguatan komunikasi dua arah, serta&#13;
penyusunan pelaporan strategi komunikasi yang lebih terstruktur untuk&#13;
meningkatkan efektivitas komunikasi dalam program pengentasan pengangguran.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>