<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KONSTRUKSI WACANA IDENTITAS SOSIAL SUKU DAN NASIONALITAS DALAM &#13;
CHAT PEMAIN MOBILE LEGENDS: BANG BANG (ANALISIS WACANA KRITIS TEUN&#13;
A. VAN DIJK)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Vishunatan Junsi Krista</mods:namePart><mods:namePart type="family">Putra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Permainan daring kompetitif tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga&#13;
berkembang menjadi ruang interaksi sosial yang memproduksi makna identitas. Dalam&#13;
Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), fitur chat in-game kerap digunakan untuk melabeli&#13;
dan mengevaluasi pemain lain melalui rujukan identitas sosial, khususnya suku dan&#13;
nasionalitas. Fenomena ini menunjukkan bahwa komunikasi dalam game tidak bersifat&#13;
netral, melainkan memuat relasi kuasa dan cara pandang kolektif terhadap kelompok&#13;
sosial tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis&#13;
Wacana Kritis model Teun A. van Dijk yang menekankan hubungan antara dimensi teks,&#13;
kognisi sosial, dan konteks sosial. Data diperoleh dari dokumentasi chat in-game yang&#13;
dikumpulkan melalui tiga konteks permainan, yaitu pertandingan solo ranked, interaksi&#13;
komunitas, dan pertandingan lintas negara melalui streaming.Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa wacana identitas sosial dalam chat MLBB membentuk empat pola&#13;
utama, yakni pelabelan identitas, generalisasi stereotip, polarisasi ingroup–outgroup, dan&#13;
dehumanisasi simbolik. Identitas sosial dimobilisasi sebagai strategi wacana untuk&#13;
menilai performa, melimpahkan kesalahan, dan menegaskan dominasi simbolik. Temuan&#13;
ini menegaskan bahwa agresivitas verbal dalam game daring beroperasi secara sistematis&#13;
sebagai wacana identitas sosial berbasis suku dan nasionalitas.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-04</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>