<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>REPRESENTASI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT)&#13;
PADA FILM “RUMAH UNTUK ALIE”</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Fiqa Suci Arfia</mods:namePart><mods:namePart type="family">Saharani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi kekerasan dalam&#13;
rumah tangga (KDRT) pada film Rumah Untuk Alie. Isu kekerasan domestik menjadi&#13;
signifikan karena kerap tersembunyi dalam ruang keluarga dan meninggalkan&#13;
dampak psikologis yang mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan&#13;
kualitatif dengan metode semiotika Roland Barthes untuk menganalisis makna&#13;
denotasi, konotasi, dan mitos yang direpresentasikan melalui unsur-unsur film. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan kekerasan fisik,&#13;
kekerasan psikis, dan penelantaran rumah tangga dalam lingkungan keluarga secara&#13;
sistematis. Kekerasan fisik ditampilkan melalui tindakan mendorong, menampar,&#13;
menyeret, dan menyiram korban sebagai bentuk hukuman dan pelampiasan emosi.&#13;
Kekerasan psikis direpresentasikan melalui bentakan, pelabelan negatif, tuduhan, &#13;
pembungkaman, dan sikap diam yang memarginalkan korban, sedangkan &#13;
penelantaran tampak melalui pengabaian kebutuhan emosional dan penolakan&#13;
identitas. Pada tingkat mitos, film ini merepresentasikan kekerasan sebagai praktik&#13;
yang dinormalisasi dalam budaya patriarki dan relasi kuasa keluarga disfungsional,&#13;
dengan anak perempuan diposisikan sebagai pihak yang disalahkan dan tidak&#13;
berdaya. Temuan ini menegaskan bahwa film tidak hanya merefleksikan realitas&#13;
sosial, tetapi juga membentuk kesadaran kritis penonton terhadap normalisasi&#13;
kekerasan dalam keluarga.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-04</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>