<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PERLAWANAN DAN KESADARAN PEREMPUAN DALAM&#13;
NOVEL TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR KARYA TERE&#13;
LIYE: ANALISIS WACANA KRITIS MODEL SARA MILLS</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Hijriah</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nurnaningsih</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini menganalisis representasi kesadaran dan perlawanan perempuan &#13;
terhadap struktur patriarki dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere&#13;
Liye. Dengan menggunakan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) model Sara Mills&#13;
yang berfokus pada feminisme, penelitian kualitatif ini mengkaji secara mendalam&#13;
bagaimana tokoh perempuan diposisikan sebagai subjek dan objek wacana, serta&#13;
bagaimana posisi tersebut membentuk kesadaran kritis dan praktik perlawanan mereka.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa patriarki dalam novel tidak bekerja secara tunggal,&#13;
tetapi berkelindan dengan logika kapitalisme dan kekuasaan negara. Tokoh-tokoh&#13;
perempuan seperti Ibu Siti dan Ibu Sri mengalami dinamika posisi yang kompleks:&#13;
mereka seringkali direduksi menjadi objek wacana dalam ruang hukum dan publik yang&#13;
maskulin, namun pada momen-momen kritis berhasil merebut posisi subjek melalui&#13;
penyampaian kesaksian, interogasi terhadap otoritas, dan kontrol atas narasi diri. Bentuk&#13;
perlawanan yang dominan adalah perlawanan diskursif dan simbolik, seperti menolak&#13;
bahasa hukum yang represif, menggunakan tubuh dan ingatan sebagai bukti trauma&#13;
struktural, serta membangun kesadaran dari tingkat personal ke struktural. Penelitian ini&#13;
menyimpulkan bahwa novel berfungsi sebagai arena pertarungan wacana, di mana&#13;
perempuan, meski dalam kondisi tertindas, menunjukkan agensi yang signifikan melalui&#13;
praktik bahasa dan pemaknaan, sekaligus menawarkan ruang bagi pembaca untuk&#13;
melakukan pembacaan kritis terhadap ketidakadilan gender yang tersistem.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-24</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>