%0 Thesis %9 S1 - Sarjana %A Nurnaningsih, Hijriah %A Universitas AMIKOM Yogyakarta, %B Fakultas Ekonomi & Sosial %D 2026 %F universitasamikomyogyakarta:32514 %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %K Analisis Wacana Kritis, Sara Mills, Perlawanan dan Kesadaran Perempuan, Novel Tere Liye, Critical Discourse Analysis, Women's Resistance and Awareness, Tere Liye Novel. %T PERLAWANAN DAN KESADARAN PEREMPUAN DALAM NOVEL TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR KARYA TERE LIYE: ANALISIS WACANA KRITIS MODEL SARA MILLS %U https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32514/ %X Penelitian ini menganalisis representasi kesadaran dan perlawanan perempuan terhadap struktur patriarki dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Dengan menggunakan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) model Sara Mills yang berfokus pada feminisme, penelitian kualitatif ini mengkaji secara mendalam bagaimana tokoh perempuan diposisikan sebagai subjek dan objek wacana, serta bagaimana posisi tersebut membentuk kesadaran kritis dan praktik perlawanan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patriarki dalam novel tidak bekerja secara tunggal, tetapi berkelindan dengan logika kapitalisme dan kekuasaan negara. Tokoh-tokoh perempuan seperti Ibu Siti dan Ibu Sri mengalami dinamika posisi yang kompleks: mereka seringkali direduksi menjadi objek wacana dalam ruang hukum dan publik yang maskulin, namun pada momen-momen kritis berhasil merebut posisi subjek melalui penyampaian kesaksian, interogasi terhadap otoritas, dan kontrol atas narasi diri. Bentuk perlawanan yang dominan adalah perlawanan diskursif dan simbolik, seperti menolak bahasa hukum yang represif, menggunakan tubuh dan ingatan sebagai bukti trauma struktural, serta membangun kesadaran dari tingkat personal ke struktural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel berfungsi sebagai arena pertarungan wacana, di mana perempuan, meski dalam kondisi tertindas, menunjukkan agensi yang signifikan melalui praktik bahasa dan pemaknaan, sekaligus menawarkan ruang bagi pembaca untuk melakukan pembacaan kritis terhadap ketidakadilan gender yang tersistem.