<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL PEKERJA SOSIAL&#13;
DALAM MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI PENYANDANG&#13;
DISABILITAS DI PANTI 3 YAYASAN SAYAP IBU YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Fitriani</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rahman</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>enyandang disabilitas tidak hanya menghadapi keterbatasan fisik atau &#13;
intelektual, tetapi juga berbagai hambatan psikososial yang memengaruhi&#13;
pembentukan rasa percaya diri dan kemampuan berinteraksi sosial. Dalam konteks&#13;
rehabilitasi sosial, pekerja sosial memiliki peran penting dalam memberikan&#13;
pendampingan yang tidak hanya bersifat praktis, tetapi juga emosional melalui&#13;
proses komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi&#13;
komunikasi interpersonal pekerja sosial dalam membangun rasa percaya diri&#13;
penyandang disabilitas di Panti 3 Yayasan Sayap Ibu Yogyakarta. Penelitian&#13;
menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif dan metode&#13;
studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan&#13;
dokumentasi dengan melibatkan kepala panti, pekerja sosial, serta relawan yang&#13;
terlibat langsung dalam kegiatan pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa strategi komunikasi interpersonal pekerja sosial terhadap penyandang&#13;
disabilitas dilakukan melalui pendekatan bertahap yang menekankan keterbukaan,&#13;
empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan dalam interaksi sehari-hari.&#13;
Proses komunikasi tersebut menciptakan rasa aman, kepercayaan, serta&#13;
kenyamanan bagi penyandang disabilitas dalam berinteraksi dan mengekspresikan&#13;
diri. Hubungan yang terbangun secara konsisten berkontribusi pada meningkatnya&#13;
keberanian berinteraksi, keterbukaan dalam mengekspresikan diri, serta keyakinan&#13;
penyandang disabilitas terhadap kemampuan dirinya.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-28</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>