%0 Thesis %9 S1 - Sarjana %A Rahman, Fitriani %A Universitas AMIKOM Yogyakarta, %B Fakultas Ekonomi & Sosial %D 2026 %F universitasamikomyogyakarta:32509 %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %K Komunikasi interpersonal, Pekerja sosial, Penyandang disabilitas, Rasa percaya diri, Panti 3 Sayap Ibu Yogyakarta, Interpersonal communication, Social workers, People with disabilities, Self-confidence %T STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL PEKERJA SOSIAL DALAM MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI PENYANDANG DISABILITAS DI PANTI 3 YAYASAN SAYAP IBU YOGYAKARTA %U https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32509/ %X enyandang disabilitas tidak hanya menghadapi keterbatasan fisik atau intelektual, tetapi juga berbagai hambatan psikososial yang memengaruhi pembentukan rasa percaya diri dan kemampuan berinteraksi sosial. Dalam konteks rehabilitasi sosial, pekerja sosial memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan yang tidak hanya bersifat praktis, tetapi juga emosional melalui proses komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi interpersonal pekerja sosial dalam membangun rasa percaya diri penyandang disabilitas di Panti 3 Yayasan Sayap Ibu Yogyakarta. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala panti, pekerja sosial, serta relawan yang terlibat langsung dalam kegiatan pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi interpersonal pekerja sosial terhadap penyandang disabilitas dilakukan melalui pendekatan bertahap yang menekankan keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan dalam interaksi sehari-hari. Proses komunikasi tersebut menciptakan rasa aman, kepercayaan, serta kenyamanan bagi penyandang disabilitas dalam berinteraksi dan mengekspresikan diri. Hubungan yang terbangun secara konsisten berkontribusi pada meningkatnya keberanian berinteraksi, keterbukaan dalam mengekspresikan diri, serta keyakinan penyandang disabilitas terhadap kemampuan dirinya.